Akibat Pertambangan Liar di Singkawang, Seribu Hektar Lahan Rusak

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Singkawang, Nursahid mengatakan, sekitar 1000 hektare lahan mengalami degradasi dan kerusakan akibat pertambangan liar di Kota Singkawang.

“Ada sekitar 1000 hektare lahan yang mengalami degradasi dan kerusakan akibat pertambangan liar di Kota Singkawang,” katanya, di Singkawang, Jumat (16/3).

Kerusakan lingkungan ini, katanya, terjadi akibat pertambangan ilegal skala kecil, namun cukup masif dari segi jumlah sehingga berdasarkan perhitungan, pihaknya mengdata lahan yang mengalami kerusakan jumlahnya mencapai 1000-an hektare.

Selain itu, berdasarkan informasi dari masyarakat dan pantauan lapangan, seringkali ditemukan adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berlangsung di sejumlah titik dan kucing-kucingan dengan aparat.

Dimana pertambangan liar seperti tanah, batu dan pasir sudah tersebar di empat kecamatan antara lain, Singkawang Tengah, Timur, Utara dan Selatan.

“Jadi kerusakan itu akibat tambang emas ilegal di beberapa titik, seperti aduan dari masyarakat yang masuk pada kami,” ujarnya.

Dia mengatakan, pertambangan ilegal yang marak seperti tanah, batu dan pasir, prosedur perizinan pertambangannya ada pada provinsi. Sejauh ini, baru satu titik yang telah mendapatkan izin, yakni di wilayah Sanggau Kulor.

“Yang sudah mendapatkan izin pertambangan dari Provinsi yakni galian Batu yang berada di Sanggau Kulor. Pengurusan izin itu langsung di Provinsi, Karena pertambangan ilegal ini banyak skala kecil namun tersebar dimana-mana,” katanya.

Untuk lahan yang sudah rusak, katanya, solusi yang bisa dilakukan yakni berupa reklamasi untuk menunjang perbaikan atau penanaman pohon kembali.

“Namun akan lebih baik dilakukan pencegahan, agar kerusakan tidak semakin luas, namun di sisi lain dikatakan material pertambangan ini digunakan untuk pembangunan,” ujarnya.

Pihaknya cukup banyak mendapat laporan terkait titik-titik kerusakan lahan akibat pertambangan ilegal ini.

“Ini menandakan semakin aktif dan pedulinya masyarakat terhadap kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Menurutnya, pengrusakan lingkungan secara sengaja ini dapat dihentikan, namun juga diperlukan aspek penegakan hukum yang seharusnya juga diterapkan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.