Ajang Pergaulan Bebas, Disdik: Pelajar Dilarang Rayakan Valentine

0
42
Para siswa menolak perayaan Hari Valentine

SAMPIT, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Bima Ekawardhana menyatakan dukungannya terkait imbauan kepada pelajar se-Kalteng untuk tidak merayakan hari valentine.

“Kami sudah dapat informasi tentang surat imbauan dari Pemprov Kalteng agar pelajar tidak merayakan hari kasih sayang ala barat itu. Kami sepakat dengan maksud surat tersebut,” kata Bima di Sampit, Selasa (13/2).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengeluarkan surat imbauan untuk tidak merayakan ‘valentine day’ atau hari kasih sayang yang sering diperingati pada 14 Februari.

Surat yang ditandatangani Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri itu ditujukan untuk kepala SMA, MA, SMK, SMP dan MTs se-Kalimantan Tengah.

Baca juga: Bukan Budaya Bangsa, Pemkot Mataram Larang Perayaan Valentine

Disebutkan, surat tersebut merujuk pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dan maraknya budaya Barat masuk ke Indonesia yang sangat memengaruhi karakter generasi muda bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa.

Perayaan valentine merupakan budaya Barat dan tidak sesuai dengan karakter budaya bangsa Indinesia.

Kegiatan itu cenderung digunakan sebagai ajang pergaulan bebas yang tidak sesuai denhan ajaran agama dan budaya masyarakat, sehingga kebiasaan merayakan valentine dinilai harus ditiadakan dan dihilangkan di kalangan pelajar dan generasi muda.

Cara menununjukkan kasih sayang kepada sesama manusia tidak dibatasi oleh waktu tertentu, melainkan berlaku sepanjang waktu yang merupakan bagian dari kewajiban berbuat baik sebagai bentuk ibadah sesuai ajaran agama masing-masing.

Dalam surat edaran itu juga ditegaskan bahwa Kalimantan Tengah memilili kearifan lokal budaya yang sangat luhur dalam membangun hubungan yang baik dan harmonis kepada sesama manusia. Antara lain dengan menjalankan filosofi ‘huma betang’ dan ‘belom bahadat’.

Generasi muda Kalimantan Tengah harus memiliki jati diri bangsa yang religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan berintegritas.

Untuk itulah, sekolah diminta meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan lembaga pendidikan masyarakat dan lembaga pendidikan keluarga dalam pembinaan karakter bagi generasi muda Kalimantan Tengah, agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif lainnya.

“Kami mengimbau sekolah mengingatkan siswa mereka untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat. Lebih baik melaksanakan kegiatan-kegiatan positif dan meraih prestasi,” kata Bima.

Bima mengimbau pelajar di Kotawaringin Timur tidak mudah terpengaruh budaya negatif yang datang karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Generasi muda harus bisa menyaring budaya luar yang masuk sehingga bisa mengambil manfaat positifnya dan menjauhi dampak negatifnya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Wapres Minta Menag Revisi 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk merevisi daftar pendakwah yang direkomendasikan karena sebelumnya dikeluarkan Kemenag hanya...

Banyuwangi Masuk Kota Cerdas ASEAN

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama dengan Jakarta dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masuk dalam jaringan Kota Cerdas ASEAN atau ASEAN Smart...

Korban Tewas Jatuhnya Pesawat di Kuba Jadi 111 Orang

HAVANA, SERUJI.CO.ID - Jumlah korban tewas pada salah satu bencana udara terburuk di Kuba meningkat menjadi 111 pada Senin (21/5), sementara Meksiko menangguhkan kegiatan...
ekonomi syariah

MUI Dukung 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mendukung langkah Kementerian Agama yang merilis daftar nama mubaligh karena sifatnya untuk pencegahan terhadap...
Siswa SMA/MAN

Jawa Timur Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Korsel

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Timur menjajaki kerja sama pendidikan dengan Korea Selatan setelah ada pertemuan kepala sekolah SMA/SMK se-Surabaya dengan sebuah konsultan...