Ajang Pergaulan Bebas, Disdik: Pelajar Dilarang Rayakan Valentine

SAMPIT, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Bima Ekawardhana menyatakan dukungannya terkait imbauan kepada pelajar se-Kalteng untuk tidak merayakan hari valentine.

“Kami sudah dapat informasi tentang surat imbauan dari Pemprov Kalteng agar pelajar tidak merayakan hari kasih sayang ala barat itu. Kami sepakat dengan maksud surat tersebut,” kata Bima di Sampit, Selasa (13/2).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengeluarkan surat imbauan untuk tidak merayakan ‘valentine day’ atau hari kasih sayang yang sering diperingati pada 14 Februari.

Surat yang ditandatangani Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri itu ditujukan untuk kepala SMA, MA, SMK, SMP dan MTs se-Kalimantan Tengah.


Baca juga: Bukan Budaya Bangsa, Pemkot Mataram Larang Perayaan Valentine

Disebutkan, surat tersebut merujuk pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dan maraknya budaya Barat masuk ke Indonesia yang sangat memengaruhi karakter generasi muda bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa.

Perayaan valentine merupakan budaya Barat dan tidak sesuai dengan karakter budaya bangsa Indinesia.

Kegiatan itu cenderung digunakan sebagai ajang pergaulan bebas yang tidak sesuai denhan ajaran agama dan budaya masyarakat, sehingga kebiasaan merayakan valentine dinilai harus ditiadakan dan dihilangkan di kalangan pelajar dan generasi muda.

Cara menununjukkan kasih sayang kepada sesama manusia tidak dibatasi oleh waktu tertentu, melainkan berlaku sepanjang waktu yang merupakan bagian dari kewajiban berbuat baik sebagai bentuk ibadah sesuai ajaran agama masing-masing.

Dalam surat edaran itu juga ditegaskan bahwa Kalimantan Tengah memilili kearifan lokal budaya yang sangat luhur dalam membangun hubungan yang baik dan harmonis kepada sesama manusia. Antara lain dengan menjalankan filosofi ‘huma betang’ dan ‘belom bahadat’.

Generasi muda Kalimantan Tengah harus memiliki jati diri bangsa yang religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan berintegritas.

Untuk itulah, sekolah diminta meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan lembaga pendidikan masyarakat dan lembaga pendidikan keluarga dalam pembinaan karakter bagi generasi muda Kalimantan Tengah, agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif lainnya.

“Kami mengimbau sekolah mengingatkan siswa mereka untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat. Lebih baik melaksanakan kegiatan-kegiatan positif dan meraih prestasi,” kata Bima.

Bima mengimbau pelajar di Kotawaringin Timur tidak mudah terpengaruh budaya negatif yang datang karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Generasi muda harus bisa menyaring budaya luar yang masuk sehingga bisa mengambil manfaat positifnya dan menjauhi dampak negatifnya. (Ant/SU02)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Menang Hadapi Persidago, Pelatih: Persebaya Masih Perlu Banyak Pembenahan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman menilai permainan timnya...

Pernah Ditertibkan, APK di Jalan Utama Payakumbuh Masih Langgar Aturan

PAYAKUMBUH, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu Payakumbuh, Sumatera Barat,...

Warga NU Yang Tak Pilih Kyai Ma’ruf di Pilpres 2019, Habib Hasan: Keterlaluan

PURWOREJO, SERUJI.CO.ID - Rais Suriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama...

Lukman Edy Tuding Puisi Neno Warisman Sesat dan Puncak Kebohongan Kubu Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Politikus PKB Lukman Edy menilai puisi...

Lawan Indonesia, Vietnam Yakini Semifinal Selesai Dalam 90 Menit

KAMBOJA, SERUJI.CO.ID - Pelatih Tim Nasional Vietnam U-22 Nguyen...

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Menteri Pariwisata Panen Omelan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga tiket pesawat hingga kini ternyata...

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

TERPOPULER

Jumlah Penumpang Turun, Pedagang di Soetta Mulai Was-Was Kelangsungan Usahanya

Bandara Soetta juga mulai turun jumlah penumpangnya, dan para pedagang khawatir kelanjutan usahanya.

Didukung Gubernur Riau, KH Ma’ruf Semakin Yakin Bisa Menang di Bumi Lancang Kuning

Makin percaya diri karena didukung Gubernur Riau, cawapres 01 yakin bisa menang di tanah melayu

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Survei LSI: Walau Naik 2,1 Persen, Elektabilitas Demokrat Masih di Urutan Buncit dari 5 Partai Besar

Demokrat masih belum beranjak dari posisi paling buncit dari 5 partai besar di Indonesia.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi