67 Paket Sabu-Sabu Dimusnahkan Polres Banjarmasin

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID – Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin memusnahkan narkoba sebanyak 67 paket sabu-sabu yang berhasil diungkap di wilayah kota setempat.

“Sebanyak 67 paket sabu-sabu ini kami ungkap dari beberapa pengedar yang sudah menjadi target operasi,” kata Pejabat Sementara Kasat Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi di Banjarmasin, Rabu (29/5).

Dikatakannya, pelaksanaan pemusnahan barang bukti narkoba itu dilaksanakan di lobby Satresnarkoba Polresta Banjarmasin, pada Rabu (29/5) pagi sekitar pukul 11.30 WITA hingga 12.00 WITA.

Pemusnahan barang bukti Narkotika jenis sabu-sabu itu sesuai dengan penetapan status penyitaan dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

“Kami musnahkan barang bukti ini sudah sesuai dengan amanat UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” kata perwira yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin.

AKP Ade juga mengatakan dalam pemusnahan barang bukti itu pihak Satresnarkoba juga berhasil menangkap sembilan orang tersangka.

Selain itu, pemusnahan dilakukan dengan cara melarutkan sabu-sabu tersebut ke dalam ember yang berisikan air diterjen kemudian dibuang ke dalam sepiteng.

Kasat Reserse Narkoba terus mengatakan dalam pemusnahan 67 paket sabu-sabu seberat 29,26 gram, itu Polresta Banjarmasin telah menyelamatkan 439 jiwa.

Bukan itu saja pemusnahan barang laknat itu disaksikan langsung oleh para tersangkanya di antaranya tersangka Sugianti alias Ugi pemilik 23 paket sabu, Rijali alias Iwan pemilik 9 paket sabu, Eem pemilik 10 paket sabu, serta lainnya.

Untuk diketahui dalam acara tersebut dihadiri Pejabat Sementara Kasat Narkoba, AKP Ade Paparihi, SH SIK, Perwakilan Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Perwakilan Pengadilan Negeri Banjarmasin, Perwakilan LKBH Unlam Banjarmasin, Kaswas Polresta Banjarmasin, dan Kasi Propam Polresta Banjarmasin.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER