32 Siswa Kotawaringin Timur Tidak Ikut Ujian Nasional

SAMPIT, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 32 siswa di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tidak mengikuti ujian nasional sekolah menengah atas dan sederajat, 9 hingga 12 April.

“Sebagian besar peserta yang tidak hadir itu memang sudah berhenti sebelum pelaksanaan ujian nasional. Sisanya karena sakit. Ada juga yang sedang berkabung karena anggota keluarga mereka meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Bima Ekawardhana di Sampit, Jumat (13/4).

Berdasarkan data, peserta ujian nasional tingkat SMA terdaftar 2.407 orang. Dari jumlah tersebut, peserta yang hadir 2.375 orang, artinya 32 orang tidak hadir.

Sebanyak 32 peserta yang tidak hadir tersebut tersebar di 11 sekolah. Dari jumlah itu, 29 orang berhenti tanpa keterangan sebelum ujian, satu orang sakit, satu orang tidak hadir tanpa pemberitahuan dan satu orang tidak hadir karena ayahnya meninggal dunia.

Bima mengaku sangat menyayangkan banyak siswa yang berhenti padahal sudah menjelang ujian nasional. Apapun alasannya, seharusnya siswa tidak berhenti sekolah. Namun Bima yakin, pihak sekolah juga sudah berupaya maksimal mencegah dan membujuk para pelajar tersebut untuk tidak berhenti sekolah.

Bima mengimbau siswa-siswa tersebut melanjutkan pendidikan karena sangat penting untuk masa depan. Para siswa masih bisa melanjutkan pendidikan dengan mengikuti Paket C.

“Untuk yang tidak mengikuti ujian nasional karena sakit atau karena berkabung kemarin, nanti bisa mengikuti ujian susulan pada 17 hingga 18 April,” kata Bima.

Sebelumnya, sebanyak 14 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dari sejumlah sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur, juga tidak mengikuti ujian nasional berbasis komputer karena beberapa alasan.

Ujian nasional berbasis komputer tingkat SMK dilaksanakan pada 2 hingga 5 April lalu, sebanyak 2.189 siswa SMK yang terdaftar sebagai peserta ujian nasional yang tersebar di 24 sekolah di Kotawaringin Timur. Ada 13 orang yang berhenti sebelum pelaksanaan ujian dan satu orang akan ikut ujian susulan karena server ada kendala teknis dari pusat.

Secara umum, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer dan ujian nasional berbasis kertas dan pensil, berjalan lancar. Bima berharap hasilnya memuaskan sesuai harapan semua pihak. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.