Warga Tangerang Ciptakan Permainan Edukasi Kwartet Kebangsaan

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Riko Noviantoro, warga Kota Tangerang Selatan menciptakan alat permainan edukasi bertemakan kebangsaan yang diberi nama kwartet kebangsaan, berisi mengenai berbagai hal tentang Indonesia.

“Kwartet kebangsaan berisi tentang Indonesia, mulai ideologi Pancasila, lembaga negara, lagu nasional, lagu daerah, tarian tradisional hingga kuliner,” katanya di Tangerang, Selasa (20/3).

Dijelaskannya, permainan kwartet sejatinya sudah cukup dikenal pada tahun 90-an tetapi seiring waktu permainan tersebut menghilang dan tertinggal era digital.

Ia kemudian melakukan inovasi dari permainan kwartet tersebut dengan memasukan tema kebangsaan di dalamnya sehingga sebagai pembelajaran juga.

Menariknya lagi berbagai informasi yang tersaji pada kwartet kebangsaan itu dapat dipelajari lebih lanjut dalam sebuah buku panduan. Sehingga selama permainan juga dapat belajar bersama tentang berbagai hal yang disajikan dalam Kwartet Kebangsaan.

“Jadi, sistem permainan ini adalah dengan menebak kartu yang dimiliki lawan. Jika jawaban benar maka pemilik kartu tersebut harus menyerahkannya dan dikumpulkan hingga berjumlah empat,” katanya.

Riko mengatakan edu game kebangsaan merupakan alat permaianan yang bertujuan untuk meningkatkan semangat kebangsaan pada generasi muda. Model permainannya bisa bermacam-macam, diantaranya Kwartet Kebangsaan.

“Ini adalah versi edu game 2.0. Sebelumnya saya sudah membuat edisi pertama yang mirip permainan monopoli. Hanya temanya lagi-lagi kebangsaan,” imbuhnya.

Adapun materi kwartet kebangsaan yakni terdiri dari 18 kategori dengan masing-masing kategori terdapat empat sub-kategori yang merupakan implementasi dari kategori tersebut.

Contohnya, kategori Sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa maka sub kategorinya adalah tidak memaksakan kepercayaan, hidup sederhana, menghormati antaraaama dan taat beribadah.

Menurutnya permaian kelompok seperti ini yang mulai jarang pula terjadi di era digital. Tidak heran beberapa anak-anak yang memainkan ini terasa cukup asing untuk permulaan. Tetapi setelah itu mereka lebih bisa bermain dan nyaman dalam kelompok.

Dengan demikian, lanjut Riko Noviantoro permainan kwartet kebangsaan ini secara tidak langsung menghidupkan tradisi bermain kelompok. Sekaligus menumbuhkan semangat ke-Indonesia-an yang selama ini kian pudar.

“Ada anak-anak yang tidak tahu lagi apa kalimat sila ke-1 Pancasila. Bahkan ada pula yang lupa semuanya. Itu memprihatinkan,” paparnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.