Video Bunuh Diri Live di Medsos, Kominfo: Stop! Jangan Disebarkan!

JAKARTA, Seruji News – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan video rekaman aksi orang bunuh diri. Video yang sedang viral ini berisi orang melakukan siaran gantung diri hingga tewas di akun Facebook Live pribadinya.

“Mengimbau bagi siapa saja yang memiliki video tragedi kejadian bunuh diri ini, untuk tidak menyebarkan dan segera men-take down lewat apapun, internet, juga media sosial,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangarepan, dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (17/3/2017) malam.

Menurut Semuel, menyebarluaskan video gantung diri tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Tragedi seperti ini tidak untuk dipertontonkan,” kata Semuel. “Selain melanggar nilai kemanusiaan dan juga melanggar UU ITE, pasal 28,” lanjut dia.

Sebelumnya, beredar di dunia maya video siaran langsung bunuh diri di Facebook seorang laki-laki berinisial PI, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang live dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut pantauan dari sumber SERUJI, Jumat (17/3/2017), video berdurasi 1 jam 44 menit itu pun masih bisa disaksikan hingga sekitar pukul 20.30 WIB. Video tersebut sempat ditonton oleh masyarakat sebanyak 105 ribu kali.

Namun beberapa menit kemudian, video dengan konten tak pantas tersebut sudah menghilang dari akun Facebook. Besar kemungkinan pihak Facebook telah mendapat aduan (report) dari masyarakat. Melihat konten yang tak pantas di dalamnya, pihak Facebook langsung mengambil langkah cepat untuk menghapusnya.

Namun sangat disayangkan, video yang sama telah beredar di medsos lainnya, diduga video tersebut sudah diunduh pihak lain dan mengunggahnya kembali di medsos lainnya.

EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.