UMK Kota Depok Tahun 2019 Ditetapkan Rp3,8 Juta

DEPOK, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok Jawa Barat, Diah Sadiah memastikan Upah Minimum Kota (UMK) 2019 ditetapkan sebesar┬áRp 3.872.551,72 atau naik sebesar 8,03 persen dari tahun 2018 .

“Besaran ini sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep 1220 Tahun 2018 tentang penetapan UMK 2019 yang rata-rata 8,03 persen, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan.” kata Diah di Depok, Sabtu (24/11).

Dikatakannya besaran UMK untuk tiap kabupaten atau kota di Provinsi Jawa Barat telah dipublikasikan.

Disebutkan dalam surat keterangan tersebut, UMK Kota Depok ada dalam urutan keempat se-Jawa Barat.

“Sebelumnya, UMK di Depok pada 2018 Rp 3.584.700,29. Untuk 2019 naik menjadi Rp 3.872.551,72,” katanya.

Dengan ketentuan baru tersebut, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengusaha di Kota Depok agar membayarkan upah pekerjanya pada awal Januari 2019.

Diah menambahkan, aturan ini wajib dipatuhi oleh pengusaha untuk membayar upah buruh, dengan syarat yang masa kerjanya dari 0 sampai 1 tahun sesuai dengan SK Gubernur.

“Nanti akan kami lakukan inspeksi perusahaan mana saja yang sudah mematuhi, dan yang belum mematuhi peraturan tersebut,” pungkasnya. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER