Tuan Rumah Juara MTQ Ke-16 Kota Cilegon

CILEGON – Kecamatan Cilegon meraih juara umum MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) ke-16 Kota Cilegon. Kemenangan tuan rumah MTQ kota Cilegon ini diumuman pada malam penutupan, Jum’at (3/3) malam.

Zainal Musadad, Camat Cilegon mengaku bangga atas hasil maksimal yang diraihnya ini.

“Saya sangat bersyukur karena di tahun 2017 ini kita dipercaya sebagai tuan rumah MTQ yang ke-16 dan sekaligus menjadi juara umum. Tiga tahun kita mimpikan mendapat juara umum. Saya optimis juara umum ini akan kami pertahankan,” ujar Zainal.

Zainal menambahkan, dengan raihan ini dirinya mendapat beban untuk lebih meningkatkan kualitas peserta lagi supaya dapat mempertahankan juara umum lagi di tahun depan. Terakhir Kecamatan Cilegon meraih juara umum tiga tahun sebelumnya dan mendapat dua kali juara umum berturut-turut.

Pada gelaran MTQ Kota Cilegon tahun ini, Kecamatan Cilegon meraih 67 poin. Sedangkan juara 1 diraih Kecamatan Grogol dengan nilai 66, juara 2 direbut Kecamatan Cibeber dengan nilai 61 dan Kecamatan Purwakarta di peringkat ke 3 dengan raihan 43 poin.

Sementara itu Wakil Walikota Cilegon, Edi Ariadi yang menutup MTQ ke-16 ini berjanji akan terus melakukan pembinaan dan pengembangan sehingga putera-puteri Cilegon dapat berbicara banya pada tingkat provinsi dan nasional.

“Kita jadikan momentum melakukan pembinaan dan pengembangan sehingga muncul peserta dari Cilegon yang berprestasi pada MTQ tingkat provinsi dan nasional, bahkan internasioanal. Tetap berpengang pada potensi daerah sendiri dan mudah-mudahan kebijakan ini juga diikuti pada MTQ tingkat provinsi. Yang kalah jangan berkecil hati dan yang menang jangan merasa puas karena kita akan menghadapi MTQ provinsi,” kata Edi.

EDITOR: Harun S

11 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.