Tokoh Lebak Minta Masyarakat Perangi Miras

0
41
  • 2
    Shares

LEBAK, SERUJI.CO.ID – Tokoh Kabupaten Lebak KH Ahkmad Rifai meminta masyarakat memerangi peredaran minuman keras atau miras sehubungan maraknya di berbagai daerah hingga meninggal dunia.

“Dampak buruknya miras, selain menimbulkan kematian juga mengganggu ketertiban keamanan lingkungan di masyarakat sehingga banyak pelaku kejahatan akibat mabuk miras itu,” kata Ahmad Rifai di Lebak, Senin (16/4).

Peredaran miras harus diberantas hingga akar-akarnya dan pelaku yang menjual miras oplosan ditindak tegas dengan diproses secara hukum.

Saat ini, prihatin korban berjatuhan akibat miras oplosan sehingga masyarakat, pemerintah daerah dan aparat hukum bersama-sama untuk mencegah peredaran miras.

Selama ini, miras menghancurkan generasi penerus bangsa juga menimbulkan gangguan kesehatan.

Peredaran miras tentu harus ditutup dan dihentikan karena dampak buruknya jelas merugikan masyarakat.

Begitu juga masyarakat dapat berperan aktif untuk memutus mata rantai peredaran miras.

Pihaknya juga mengapresiasi kepolisian setempat melakukan razia miras di sejumlah tempat di Rangkasbitung dan sekitarnya.

Razia itu, kata dia, kepolisian berhasil mengamankan ratusan botol miras berbagai merk.

“Kami berharap masyarakat dapat melaporkan kepada aparat polisi terdekat jika ditemukan peredaran miras, termasuk narkoba,” katanya menjelaskan.

Begitu juga tokoh muda Kabupaten Lebak Deden Mauli Darajat mengatakan pihaknya mengapresiasi Pemkab Lebak sudah memiliki peraturan daerah (perda) tentang minuman keras untuk mencegah tindakan kejahatan di masyarakat.

Selama ini, perda miras efektif untuk mencegah kriminalitas, seperti pencurian, pemerkosaan hingga pembunuhan.

Sebab, kata dia, miras bisa mendorong seseorang untuk melakukan tindakan kejahatan sehingga membuat kondisi keamanan di masyarakat tidak kondusif.

“Kami minta masyarakat dan pemerintah daerah sama-sama melakukan pencegahan dan pemberantasan miras,” katanya.

Sekretaris Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak Dede Jaelani mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan penyuluhan-penyuluhan dan kegiatan sosialisasi ke pelajar dan masyarakat agar mencegah peredaran miras.

Pemerintah Kabupaten Lebak telah menerbitkan Perda Nomor 6/2003 tentang Pelarangan dan Penindakan Terhadap Pelanggaran Norma Kesusilaan serta Pemakaian, Pembuatan dan Penyaluran Minuman Keras.

Penetapan perda tersebut diantaranya larangan penyaluran miras beredar di warung-warung maupun pertokoan.

“Saya kira perda itu bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk memberantas miras,” katanya menegaskan.

Ia mengatakan, pemerintah daerah mendorong dan dukungan kepada remaja agar menjauhi miras juga tidak mengkonsumsi narkoba dengan menyediakan lokasi olahraga juga membuka ruang terbuka hijau (RTH).

Saat ini, lanjutnya, lokasi tersebut dijadikan tempat positif oleh kalangan remaja Lebak, seperti kawasan Stadion Pasir Ona Rangkasbitung sebagai tempat olahraga.

“Kami berharap remaja dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat dan positif untuk masa depan mereka,” katanya. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU