Tingkatkan Kelautan Nasional, Susi: Transportasi Perikanan Harus Dibenahi

0
30
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti .

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan sistem logistik dan transportasi yang mengangkut komoditas perikanan di Tanah Air dapat dibenahi dalam rangka melesatkan sektor kelautan nasional.

“Ada beberapa hal yang harus diperbaiki untuk meningkatkan detak usaha perikanan Indonesia. Beberapa hal tersebut di antaranya memperbaiki sistem logistik dan transportasi produk perikanan,” kata Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (13/2).

Sebagaimana diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan program pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di 12 lokasi.

Ke-12 lokasi tersebut adalah di Sabang, Mentawai, Sebatik, Natuna, Talaud, Morotai, Biak, Mimika, Merauke, Saumlaki, Rote Ndao, dan Sumba Timur.

Di wilayah SKPT dan sejumlah kawasan potensial perikanan, telah direncanakan penguatan sistem rantai dingin untuk menjamin mutu produk perikanan, seperti pengadaad “cold storage” hingga kendaraan berinsulasi guna menjamin keberlanjutan suplai bahan baku, perbaikan kualitas dan peningkatan daya saing produk perikanan domestik.

KKP juga telah menggelar Forum Bisnis dan Investasi sebulan sekali dalam rangka mendorong percepatan pembangunan industri perikanan nasional yagn memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak terkait sesuai dengan tugas, fungsi dan kapasitas masing-masing para pemangku kepentingan.

Selain logistik dan transportasi, papar Menteri Susi, sejumlah hal lainnya yang perlu dibenahi adalah mengubah paradigma pengusaha agar menjalankan usaha perikanan yang berkelanjutan, menyiapkan dukungan permodalan bagi nelayan dengan bantuan perbankan, dan menyiapkan pengusaha perikanan yang inovatif dan mampu mengelola diversifikasi produk perikanan.

Sebelumnya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyatakan regulasi yang ada di berbagai kementerian seharusnya dapat membantu industrialisasi dan investor di beragam sektor perekonomian, seperti sektor kelautan dan perikanan.

“Industrialisasi yang menjadi tanggungjawab di beberapa kementerian sama sekali tidak berjalan, malah cuma mempersulit investor,” ujar Ketua Umum BPP Hipmi, Bahlil Lahadalia.

Ketum Hipmi memberi contoh sektor perikanan dan kelautan, yang menjadi tanggung jawab KKP, sedangkan peta jalan industrilisasi perikanan hingga saat ini juga masih belum tampak jelas.

Bahlil mengatakan, industri perikanan Indonesia semestinya dapat menjadi andalan ekspor nasional, tetapi saat ini sudah tertinggal jauh dari Vietnam, padahal lautan negara tersebut tak seluas Indonesia. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Puasa, Ukurlah Lebih Dahulu Lingkar Pinggang Anda

Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. SERUJI.CO.ID - Bulan Ramadhan adalah bulan latihan fisik, mental dan spiritual yang dilakukan secara bersamaan, terus menerus...
narkoba

BNN Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Riau-Jakarta

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan BNN Provinsi Riau membongkar sindikat narkoba jaringan Riau-Jakarta yang dikendalikan oleh seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan...

Indonesia Raih Runner Up Piala Uber

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Tim putri Indonesia menjadi runner up grup setelah pada pertandingan penyisihan turnamen bulu tangkis Piala Uber di Bangkok, Thailand, Rabu (23/5), harus...
KTP-el

Mendagri Minta Masyarakat Proaktif Rekam KTP-el

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta masyarakat yang belum merekam KTP elektronik (KTP-el) untuk proaktif merekam KTP-el sehingga bisa menggunakan hak...

Prabowo Kunjungi Anwar Ibrahim

KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Selasa malam (22/5), mengunjungi Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat (PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim...