Tak Pernah Dilibatkan, Kemensos Siap Tangani Kasus TKW Adelina

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Sosial siap untuk membantu dalam kasus Adelina Lisao, pekerja rumah tangga warga negara Indonesia yang meninggal di Malaysia.

“Secara langsung Kemensos memang tidak mempunyai kewenangan dalam kasus Adelina, tapi kalau membutuhkan bantuan Kemensos, kita siap,” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial (Kemensos) Sonny Manalu yang dihubungi di Jakarta, Rabu (14/2).

Dia mengatakan Kementerian Sosial sebelumnya tidak pernah dilibatkan dalam penanganan kasus serupa, kecuali penanganan WNI deportan yang meninggal setiba di rumah penampungan di Tanjungpinang Kepulauan Riau.

Baca juga: Tewasnya TKW Adelina, Menlu Pastikan Hak-Hak Hukum

Sonny menjelaskan Kementerian Sosial melalui direktorat yang dipimpinnya setiap tahun memulangkan sekitar 20.000 WNI migran.

Tugas Kementerian Sosial dalam penanganan pekerja migran adalah memulangkan kembali mereka yang dideportasi ke kampung halaman masing-masing.

Sebelumnya, Adelina meninggal pada Minggu (11/2) di rumah sakit dan majikannya kini sedang diselidiki atas dugaan pembunuhan terhadapnya.

Adelina Lisao merupakan warga Dusun Tanah Merah, Kupang Tengah, Kupang, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia, berdasarkan paspor yang didapat oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang.

Baca juga: BNP2TKI Kawal Kasus Kematian TKW Adelina

Adelina ditemukan duduk tidak berdaya di beranda rumah majikannya ditemani oleh seekor anjing ketika diselamatkan oleh tim yang menemukannya dalam kondisi kepala dan wajah bengkak serta kedua kaki penuh luka. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau