Soal Cawagub DKI, PKS: Mestinya Siapapun Yang Kami Tentukan, Ya Sudah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengindikasikan ketentuan jumlah nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta dalam uji kepatutan dan kelaikan (fit and proper test) seharusnya bukan alasan tertundanya proses penentuan cawagub DKI.

“Begini, jika sudah diserahkan ke PKS seharusnya siapapun yang ditentukan PKS ya sudah, itu maknanya. Jadi kalau itu dijalankan sebenarnya mudah saja, tidak akan terulur-ulur prosesnya,” ujar Ketua Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi di Jakarta, Selasa (27/11).

Suhaimi melanjutkan pihaknya tidak bisa memastikan penyebab penguluran waktu untuk mengadakan pertemuan dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) karena otoritas administratif ada di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

Sebelumnya, PKS menentukan dua nama kadernya sebagai kandidat cawagub DKI, Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto untuk kemudian diseleksi dalam ‘fit and proper test‘ bersama Partai Gerindra.

Penguluran pemilihan cawagub DKI membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirimkan surat kepada kedua partai pengusung untuk memilih nama cawagub menggantikan Sandiaga Salahuddin Uno.

“Pemprov DKI sudah mengirimkan surat kepada dua partai pengusung menyampaikan kepada mereka bahwa prosesnya saat ini adalah partai pengusung harus munculkan nama, jadi kita tunggu,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pengisian kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak memiliki batas waktu. (Ant/SU01)

3 KOMENTAR

  1. Sudahlah…. tidak usah dipertentangkan.
    Siapapun yang nantinya terpilih, kader PKS is number one.
    Yang penting kartu As sudah di tangan.
    Siapapun yang terpilih nanti harus jadi teamwork yang solid dengan Bang Anis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close