SMSI: Media Sosial Tidak Bisa Jadi Sumber Berita

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Auri Jaya menyebutkan media sosial tidak dapat menjadi sumber berita karena tidak dapat dipastikan kebenarannya.

“Media sosial tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, jadi tidak bisa dijadikan narasumber atau sumber berita,” ujar Auri Jaya di Jakarta, Senin (26/3).

Auri mengatakan berita bohong atau hoaks tidak hanya dalam tulisan, tetapi juga dalam bentuk gambar yang tidak sesuai dengan peristiwa aslinya.

Menurut dia, orang yang paling gampang terpengaruh berita bohong kebanyakan orang yang kurang membaca sehingga tidak mempunyai pembanding benar atau salahnya suatu informasi.

“Mengantisipasi hoaks itu banyak membaca. Literasi sekarang bisa diakses dimana saja,” kata Auri.

Meski berita bohong bukan barang baru, ia menilai Pilkada DKI Jakarta yang menjadi ajang perseteruan dua kubu kuat memunculkan kembali hal tersebut di media sosial.

Peristiwa itu, kata Auri, membuat orang menjadi lebih melek media sosial.

Ia mengakui SMSI masih memiliki banyak pekerjaan rumah, seperti melakukan pelatihan, khususnya di daerah agar kinerja wartawan menjadi lebih baik.

Media daring arus utama diharapkan menjalankan perannya dalam menangkal konten negatif dan penyebaran hoaks di dunia maya, menjaga independensinya serta memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Apalagi kini media daring merupakan media massa yang paling banyak menyentuh lapisan masyarakat. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Pribumi vs Non Pribumi

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Muru’ah

Akibat drg Masrial Ditahan Kejari, Operasi Gratis Bibir Sumbing 40 Pasien Ini Terancam Batal

Akibat penahanan drg. Masrial, pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing di Bengkulu terancam batal.