close

Sejumlah Ormas di Banten Gelar Demo Tolak LGBT

SERANG, SERUJI.CO.ID – Sejumlah perwakilan ormas Islam dan ratusan santri dari sejumlah pesantren berunjuk rasa di depan gedung DPRD Banten, menolak berbagai aksi kemaksiatan serta kehadiran kaum LGBT di Provinsi Banten.

Aksi yang dipimpin sejumlah pimpinan Pondok Pesantren di Provinsi Banten tersebut berlangsung di depan gedung DPRD Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Serang, Jumat (26/1).

Dalam aksi damai yang mengatasnamakan Forum Persaudaraan Ummat Islam Banten (FPUIB) itu, massa meminta DPRD Banten menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk menolak dan menghilangkan segala bentuk kemaksiatan seperti LGBT, Minuman Keras, Perzinahan, Perjudian dan Narkoba.

“Negara kita negara hukum dan beradab. Jangan sampai ada legalitas terhadap segala bentuk kemaksiatan termasuk LGBT. Jangan sampai masa depan bangsa dan negara ini hancur,” kata KH Sudrajat Ardani pimpinan Ponpes Ardaniyah dalam orasinya.


Ia meminta DPRD Banten sebagai wakil rakyat di Provinsi Banten untuk segera menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut kepada pemerintah pusat. Sebab, ada kekhawatiran lambat-laun segala bentuk kemaksiatan dan larangan agama tersebut dilegalkan oleh pemerintah.

“Yang haram tetap haram. Jangan sampai LGBT dilegalkan, Naudzubillah, Naudzubillah,” katanya.

Dalam aksi tersebut, para perwakilan ormas Islam dan pimpinan Ponpes meminta pimpinan DPRD Banten menerima perwakilan pengunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya. Namun demikian, para pimpinan DPRD Banten sedang tidak ada di tempat dan hanya ditemui salah satu anggota DPRD Banten yakni Sanuji Pentamarta dari Fraksi PKS.

“Tiga hari lalu kami menyampaikan surat pemberitahuan kepada DPRD Banten, tetapi hari ini mereka tidak ada ditempat,” kata Sudrajat.

Hingga akhirnya sejumlah perwakilan pengunjuk rasa yakni KH. Enting Abdul Karim (Ponpes Al-Islam), KH. Jawari, KH Sudrajat Ardani (Ponpes Ardaniyah), KH. Bukhory (Ponpes Al-Irsyad), KH Juhaeni M Rois (FPUIB), Ustad Zaenal Arifin/Abu Wiladan (Almanar) dan sejumlah perwakilan ormas lainnya memaksa masuk gedung DPRD Banten dan diterima Sanuji Pentamarta (Anggota DPRD Prov Banten Fraksi PKS) untuk beraudensi di ruang serba guna DPRD Banten.

Namun demikian, audensi tidak jadi dilakukan dikarenakan para pimpinan Ormas tidak ingin beraudiensi hanya diwakili oleh satu orang anggota fraksi, para pimpinan ormas menginginkan beraudensi dengan Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah didampingi oleh para pimpipinan Ketua Fraksi di DPRD Provinsi Banten.

Anggota DPRD Banten Sanuji menjanjikan kepada para pimpinan ormas bahwa audensi ditunda dan direncanakan akan dilaksanakan pada Rabu (31/1) pukul 13.00 WIB dengan menghadirkan Ketua DPRD Provinsi Banten didampingi para pimpinan lainnya dan Ketua Fraksi di DPRD Banten. (Ant/SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Minta Masyarakat Tenang, Wapres JK: Bedakan Pengunjuk Rasa Damai dengan Perusuh

"Dalam kejadian di Ibu Kota ini, tentu kita harapkan masyarakat lebih tenang dan sesuai dengan aturan kepolisian bahwa kita pisahkan antara pengunjuk rasa yang damai dengan pelaku ricuh," kata JK

KPAI Sayangkan Jatuhnya Korban Anak Dalam Peristiwa Kerusahan di Jakarta

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati menyayangkan ada anak yang menjadi korban dalam bentrok antara massa dengan aparat keamanan di Jakarta pada Rabu (22/5).

KPAI Minta Polisi Usut Dalang Yang Memobilisasi 14 Remaja Untuk Ikut Aksi di Bawaslu

"Kami meminta polisi mengungkap secara cepat dan cermat. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku eksploitasi anak," kata Susanto

Dompet Dhuafa Sesalkan Tindakan Represif Oknum Aparat Pada Tim Medis

"Kami menyayangkan tindakan represif oknum kepolisian yang berlebihan terhadap tim medis," kata Imam

BPN Undur ke MK, Pengamat: Dulu Mau Bawa 10 Truk Bukti, Satu Pun Tidak Muncul

"Dulu waktu menggugat hasil Pilpres 2014 juga dilakukan hari terakhir. Gembar-gembornya akan membawa 10 truk kontainer bukti kecurangan, ternyata satu truk pun tidak pernah muncul," kata Ari

Industri Pariwisata di Teluk Kendari Terancam Akibat Pendangkalan

Teluk Kendari yang dilengkapi sejumlah lokasi wisata dan pelabuhan nusantara serta tempat pendaratan cargo antarpulau, posisinya kini terancam menjadi daratan. Kenyataan itu membuat banyak pengelola industri wisata di kawasan teluk Kendari resah.

BPN Undur ke MK, Pengamat: Dulu Mau Bawa 10 Truk Bukti, Satu Pun Tidak Muncul

"Dulu waktu menggugat hasil Pilpres 2014 juga dilakukan hari terakhir. Gembar-gembornya akan membawa 10 truk kontainer bukti kecurangan, ternyata satu truk pun tidak pernah muncul," kata Ari

TERPOPULER

Polisi Bersama Ulama FPI Halau Massa Perusuh Yang Terbukti dari Luar Petamburan

"Perusuh ini bukan dari Jakarta dan bukan dari Petamburan, dari pagi tadi kami bersama tokoh-tokoh FPI, juga kami dibantu para ulama untuk menghalau mereka," kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi

Polisi Curiga Massa Yang Rusuh Malam Hari di Bawaslu, Bukan Massa Aksi Damai Sebelumnya

Menurut Kapolres massa aksi yang dibubarkan tidak berperangai sama dengan massa yang sejak sore berdemo. Massa aksi pendemo di depan Gedung Bawaslu sempat membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 20.30 WIB.

Personel TNI Berbagi Makanan Berbuka Puasa dengan Peserta Aksi di Bawaslu

Aksi simpatik itu menuai simpati dari para peserta aksi. "Masya Allah, hidup TNI," ujar seorang peserta aksi seraya tersenyum haru.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama