Satpol PP Tangerang Tingkatkan Razia Miras

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Satpol PP Kota Tangerang terus meningkatkan razia ke warung-warung “kelontong” atau tradisonal dalam rangka mengantisipasi penjualan minuman keras.

Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kota Tangerang, Gufron Falfeli di Tangerang, Banten Rabu (25/4) mengatakan, razia dilakukan secara acak untuk mengantisipasi adanya kebocoran informasi.

Petugas pun berkoordinasi dengan aparat di setiap kecamatan dalam melakukan kegiatan ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui titik warung yang kemudian dilakukan razia.

Dari hasil razia yang dilaksanakan di tiga Kecamatan beberapa waktu lalu yakni Tangerang, Cipondoh dan Neglasari telah berhasil menyita Miras dengan berbagai merk.

“Kita juga sita minuman oplosan dengan total 49 botol Miras,” ujarnya.

Meski masih adanya temuan di lapangan namun jumlah tersebut sudah mulai menurun setelah sebelumnya juga terus digencarkan razia.

Pemerintah Kota Tangerang telah membuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai larangan menjual minuman keras (miras).

“Kalau dilihat memang sudah terus berkurang dan kami akan upayakan untuk menekannya agar tak ada lagi penjualan Miras di Kota Tangerang,” ujarnya.

Kemudian, Satpol PP Kota Tangerang pun bersikap tegas terhadap penjual minuman keras yang menyita barang dagangan. Termasuk juga memantau pergerakan pedagang untuk tak lagi menjualnya kembali.

“Kami bukan hanya sekedar pada penindakan di lapangan tetapi juga terus melakukan pengawasan agar tak ada lagi yang menjual,” ujarnya.

Kemudian, kesadaran masyarakat terhadap Miras pun saat ini semakin baik. Warga bersama-sama melakukan pengawasan dan tindakan pencegahan agar lingkungannya tak ada peredaran miras.

“Terbantu juga dengan kesadaran warga yang melakukan pengawasan. Kami pun menerima laporan dari warga,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....