Ribuan Warga Tangerang Hadiri Tabligh Akbar Solidaritas Peduli Muslim Rohingya.

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Ribuan masyarakat dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Tangerang mengikuti Tabligh Akbar menyambut Tahun Baru Islam 1439 H sekaligus aksi kemanusiaan yang bertema ‘Solidaritas Peduli Muslim Rohingya’, pada Ahad (24/9).

Bertempat di Mardi Grass, Citra Raya Panongan Kab. Tangerang, tabligh ini digagas oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan berbagai organisasi kemasyarakatan yaitu Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI), Garuda Keadilan, Badak Putih, MUI Kabupaten Tangerang,  Badan Eksekutif Santri Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam, Rumpin-Bogor Pimpinan KH M. Jamhuri, Lc.

“Aksi peduli kemanusiaan sejatinya merupakan amanat Konstitusi UUD 1945, “bahwa sesunggunya penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan,” tegas Camat Panongan Ibu Prima Saras Puspa SH, MM, dalam sambutannya.

Kelompok Nasyid Izzatul Islam turut meriahkan acara Tabligh Akbar, Ahad, 24/9/2017. (Foto: Hairul/SERUJI)

Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH Syaiful Hufad dalam sambutannya mengingatkan bahwa “sesama Muslim adalah bersaudara dan diibaratkan seperti tubuh manusia. Jika salah satu bagian tubuh ada yang sakit, maka bagian tubuh yang lain ikut merasakan sakitnya.”

“Demikian pula Umat Islam, jika ada umat Islam yang ditimpa musibah, maka umat Islam yang lain akan ikut merasakan kepedihannya,” sambung Ketua DPD PKS Wisnu Yudha Mukti dalam sambutan terpisah.

Wisnu juga menghimbau agar pemerintah Indonesia dapat lebih aktif menyelesaikan masalah Rohingya. Menurutnya hal ini adalah kewajiban sebagai negara tetangga terdekat yang berpenduduk Muslim terbanyak, dan sebagai negara terbesar di lingkup ASEAN.

Foto: Hairul/SERUJI

Acara turut dimeriahkan oleh Izzatul Islam yang tampil  membawakan beberapa lagu menghibur peserta Aksi. Grup nasyid populer tersebut  berhasil melelang sebuah kaos bertuliskan “Izzatul Islam” seharga 5 juta dan rupiah sepuluh poster seharga masing-masing 1 juta dan beberapa foto tragedi Muslim Rohingya hasil jepretan Relawan Crisis Center for Rohingya (CC4R) PKS seharaga masing-masing 2 juta.

Secara keseluruhan, acara yang berakhir pukul 12.00 ini berhasil mengumpulkan donasi Rp. 153.150.000. (Hairul/Gzl/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Pemilihan Umum Rasa Adu Jangkrik