Ribuan Pengemudi Ojek Online Gelar Aksi 234


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ribuan pengemudi ojek online dari perusahaan aplikasi Grab dan Go-Jek melakukan aksi unjuk rasa “234 Ojek Online NKRI” di depan gerbang Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (23/4).

Para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gerakan Aksi Roda dua (Garda) tersebut telah berkumpul sejak 13.00 WIB dan menyampaikan tuntutannya terkait regulasi dan peningkatan insentif yang dinilai terlalu kecil.

“Insentif dari perusahaan terlalu kecil. Kami minta kembali seperti sebelumnya yakni Rp4.000 per kilometer. Sekarang ini terlalu kecil, cuma Rp1.600 per kilometer,” kata Surya, salah satu pengemudi ojek online asal Grogol.

Para pengemudi ojek online mendesak ada regulasi dari pemerintah, apalagi hingga saat ini transportasi ojek online belum disetujui dan diakui legal secara hukum.

Baca juga: Ratusan Ojek Online Tuntut Samaratakan Tarif

Aksi 234 Ojek Online RI ini diperkirakan berlangsung sampai pukul 17.00 WIB sehingga masyarakat pengguna jalan diharapkan menghindari jalan protokol Jl. Jenderal Gatot Subroto, atau tepatnya di depan Gedung DPR/MPR RI.

Dampak dari aksi ini adalah selain para penumpang pengguna ojek online kesulitan mendapatkan “driver”, juga membuat lalu lintas dari Simpang Susun Semanggi tersendat.

Dari pantauan Antara, para pengemudi ojek online berkumpul di bahu jalan dari Halte JCC Senayan hingga titik aksi di depan Gedung DPR/MPR RI. Lalu lintas kendaraan dari Simpang Susun Semanggi juga tampak tersendat sampai Jalan Graha Pemuda.

Pengemudi ojek online lainnya, Agus, mengatakan komunitasnya memperbolehkan driver ojek online mengangkut penumpang, namun tidak diperbolehkan melewati wilayah sekitar aksi.

“Kalau ada yang lewat sekitar demo, ya kita berhentikan, suruh ikut demo juga. Solidaritas dong,” kata Agus. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close