Rekapitulasi KPU DKI Selesai: Sah, Jokowi Menang Tipis 51,68 Persen, Prabowo 48,32 Persen

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin unggul dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga dalam perhitungan suara Pilpres 2019 untuk Provinsi DKI Jakarta.

Hal itu berdasarkan rapat pleno rekapitulasi penetapan hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (17/5).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos itu menetapkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf meraih 3.279.547 suara (51,68%), sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 3.066.137 suara (48,32%).

Sementara itu, pengguna hak pilih berjumlah 6.425.574, dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 3.122.388 dan pemilih perempuan sebanyak 3.303.186 orang.

Sedangkan untuk suara sah berjumlah 6.345.684 dan suara tidak sah berjumlah 79.890.

Pleno rekapitulasi penghitungan hasil Pemilihan Presiden pada tingkat Provinsi DKI Jakarta sempat terkendala empat saksi paslon 02 yang diberi mandat tidak ada di ruangan sehingga rapat harus diskors 10 menit.

Rapat pleno rekapitulasi hasil pemilihan umum tingkat provinsi DKI Jakarta sempat tertunda karena menunggu hasil rekapitulasi dari wilayah Jakarta Timur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER