Rawan Disalahgunakan, Fadli Zon Setuju Larangan Parpol Pasang Gambar Tokoh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua DPR Fadli Zon tidak mempermasalahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang partai politik memasang gambar tokoh yang bukan pengurus aktifnya dalam kampanye termasuk dalam alat peraganya apabila tujuannya tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu.

“Kalau tujuannya memberi penghargaan kepada para tokoh itu agar tidak disalahgunakan, itu bagus saja,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/2).

Dia menilai larangan itu agar nama besar para tokoh nasional antara lain Presiden I RI Soekarno, Presiden ke-II RI Soeharto, pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan maupun pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy’ari disalahgunakan partai maupun calon anggota legislatif.

Menurut dia, langkah itu agar nama besar para tokoh nasional tersebut tidak tercoreng oleh kepentingan-kepentingan politik tertentu.

“Saya menilai kemungkinan maksudnya agar nama besar tokoh nasional tersebut tidak disalahgunakan oleh partai politik maupun para caleg yang mengakibatkan tercorengnya nama mereka,” ujarnya.

Namun Fadli juga mengkritisi kebijakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang mengeluarkan kebijakan mengatur isi ceramah karena itu tidak sesuai dengan semangat demokrasi dan diluar Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bawaslu sebagai pengawas Pemilu.

Dia menegaskan tugas Bawaslu adalah mengawasi jalannya Pemilu agar sesuai aturan yang berlaku sehingga tidak terjadi kecurangan dalam prosesnya.

“Itu bukan Tupoksi Bawaslu mengatur isi ceramah karena tugasnya adalah mengawasi jalannya pemilu agar berjalan baik dan sesuai aturan sehingga tidak ada kecurangan,” ujarnya.

Sebelumnya KPU RI melarang partai politik memasang gambar tokoh yang bukan pengurus aktifnya dalam kampanye termasuk dalam alat peraganya.

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan mencontohkan bahwa parpol tidak boleh memasang gambar tokoh nasional seperti mantan Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Jenderal Besar Soedirman, pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari dan lain-lain.

Dia mengatakan hal itu tidak diperbolehkan bukan karena tidak suka namun karena mereka bukan pengurus aktif partai politik sehingga tidak diperkenankan dimasukkan dalam alat peragana kampanye. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam