Polisi Bekuk Tiga Pelaku Pemerasan Sekdes di Tanggerang

TANGGERANG, SERUJI.CO.ID – Aparat Polresta Tangerang, Banten, membekuk Rul, Fad, dan Ibn yang diduga memeras sekretaris desa di Kecamatan Kresek mencapai Rp700 juta dengan dalih korban mengelapkan dana desa.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif di Tangerang, Selasa (14/5), mengatakan ketiga pelaku memiliki peran berbeda seperti Rul dan Fad mengaku sebagai penyidik Mabes Polri serta Ibn mengaku sebagai wartawan daring.

“Para pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik itu awalnya menunjukkan surat panggilan palsu atas nama korban,” katanya.

Menurut dia, awal kejadian adalah saat korban didatangi oleh tersangka Rul dan Fad di kediamannya untuk menyelidiki kasus korupsi dana desa tahun 2017 dan 2018.

Kedua tersangka juga menunjukkan surat panggilan palsu atas nama korban yang mengaku sebagai penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri.

Sedangkan surat panggilan itu, diperoleh para tersangka dari internet kemudian menyuntingnya dengan perangkat komputer.

Tersangka Rul menghubungi korban dan meminta uang sebesar Rp5 juta, korban yang ketakutan langsung mentransfer.

Namun selang beberapa hari tersangka kembali menghubungi korban dan kembali meminta uang sebesar Rp40juta dengan alasan agar proses penyidikan kasus tidak dilanjutkan.

Korban menuruti permintaan tersangka, tersangka ternyata belum puas memeras korban, beberapa waktu kemudian, para tersangka kembali meminta uang kepada korban sebesar Rp100 juta.

“Alasan meminta Rp100 juta agar bisa mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3),” kata mantan Kapolres Jember, Jawa Timur itu.

Dia menambahkan tersangka meminta uang ke korban yakni untuk membereskan surat panggilan kejaksaan dan agar kasus itu tidak dimuat di media massa diperkuat oleh tersangka Ibn.

Akibat ketakutan setiap saat didatangi maka korban menuruti kemauan para tersangka mentransfer uang secara bertahap hingga mencapai Rp700 juta.

Dia mengatakan korban sadar dan mulai curiga tidak tahan terus diperas, akhirnya melapor ke polisi dan langsung meringkus ketiga tersangka pada dua tempat berbeda di Kecamatan Balaraja dan Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Dalam keterangan tersangka uang hasil memeras itu dibagi yakni Rul mendapatkan Rp240,7 juta, Fad sebesar Rp270,3 juta dan Ibn menerima Rp88 juta.

Polisi mengamankan barang bukti sebanyak 61 lembar transfer ke bank, kartu identitas sebagai jurnalis, 1 bendel berkas tangkapan layar percakapan korban dan para tersangka melalui aplikasi Whatsapp.

Sabilul meminta kepada siapa saja untuk tidak mudah percaya dengan orang atau oknum yang mengaku sebagai penyidik Polri atau sebagai jurnalis dan bila ragu secepatnya melaporkan ke polisi.

Polisi menjerat ketiga tersangka dengan 368 ayat 1 Kita Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal diatas lima tahun.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER