Pengurus Ranting PDIP Lapor Polisi Dikeroyok FPI, Sekjen FPI Bantah: Hanya Duel Satu Lawan Satu

13

Jakarta,Seruji.com– Widodo, salah seorang Pengurus Ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), melaporkan kasus pengeroyokannya kepada Polres Jakarta Barat. Dalam laporannya, dia mengaku dikeroyok sekelompok orang dari Front Pembela Islam (FPI) di Jelambar, Jakarta Barat.

Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Roycke Harry Langie mengaku sudah menerima laporan tersebut.

“Sekarang sedang kita tangani. Sementara ini divisum dan kemungkinan dirawat,” kata Roycke, Sabtu (7/1), dilansir dari detikcom.

Roycke mengatakan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (6/1). Roycke menyebut, Widodo mengaku dikeroyok sekitar 10 orang.
“Sementara dari keterangan korban ini kemungkinan 7 sampai 10 (orang). Ada 2 saksi yang melihat kemungkinan pelaku sekitar 10 orang,” ujar Roycke.

Menurut Roycke, dari penyelidikan sementara terdapat dua terduga pelaku pengeroyokan yaitu pria berinisial I dan F.

“Ini jadi atensi bagi kami untuk segera melakukan tindakan hukum. Segera ditangkap pelaku,” katanya.

Dalam kasus ini, Widodo mengalami luka di bagian mata dan di bagian kepala. Saat ini, dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Taruma, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

FPI: Itu Duel Satu Lawan Satu

Sekretaris Jenderal FPI Habib Novel Bamukmin membantah tuduhan pengeroyokan itu. Menurut Habib Novel, kejadian pada Jumat (6/1) malam tersebut bukan pengeroyokan, melainkan hanya perkelahian satu lawan satu saja.

Enggak ada itu penyerangan atau pengeroyokan. Itu sebenarnya peristiwanya satu lawan satu. Jadi perkelahian. Masa, dia bilang dikeroyok,” ujarnya seperti dikutip oleh cnnindonesia, Sabtu (7/1).

Novel membenarkan anggotanya yang berinisial I tersebut memang terlibat perkelahian dan baku hantam dengan Widodo. Saat itu, Widodo kalah dan melarikan diri.

“Namanya juga berkelahi, dia jatuh, terus orang banyak yang nonton, tetapi tidak ada yang pisahin. Masa, tahu-tahu dia buat laporan dikeroyok. Ini gak bener nih,” ucapnya.

Novel mengatakan bahwa pihaknya mempunyai rekaman video yang membuktikan tidak adanya pengeroyokan yang dilakukan oleh anggotanya. Menurutnya, justru Widodo yang melakukan provokasi, sehingga terjadi perkelahian tersebut.

“Kita ada nih videonya. Kita punya bukti yang kuat. Ini video warga loh yang ngerekam. Bukan kita. Warga di situ jadi saksinya,” katanya. (*)

 

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama