Pengunjung Ragunan Antusias Berswafoto Dengan Kuda Patroli

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Puluhan pengunjung di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (1/1) pagi, antusias menaiki dan berswafoto dengan kuda milik Detasemen Turangga Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Barhakam Mabes Polri yang berpatroli dalam kawasan Ragunan.

Setelah memasuki pintu masuk, pengunjung bisa langsung mengantre untuk menaiki kuda atau hanya sekadar mengabadikan gambarnya bersama kuda milik Polri itu.

Para pengunjung menaiki kuda milik Polri yang tengah melakukan patroli untuk pengamanan di kawasan Ragunan tidak dikenakan biaya sepersen pun. Pengunjung pun terlihat senang bisa menaiki kuda dengan tinggi 170 sentimeter dan berat 800 kilogram itu.

“Para pengunjung yang ingin menaiki kuda tidak dikenakan biaya alias gratis,” kata anggota Detasemen Turangga Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Barhakam Mabes Polri Bripka Bambang Wijanarko.

Menurut dia, berswafoto dengan kuda milik Polri tersebut sebagai salah satu yang memberikan hiburan kepada para pengunjung Ragunan.

Kuda yang diterjunkan di kawasan Ragunan sebanyak dua ekor ini bertugas untuk melakukan patroli di dalam kawasan Ragunan untuk pengamanan para pengunjung.

“Kami berikan kesempatan kepada para pengunjung untuk berswafoto dengan kuda milik Polri ini, setelah kami melakukan patroli. Ini sebagai pelayanan kepada masyarakat,” kata Bambang.

Kuda milik Polri itu, kata dia, memang sudah rutin dikerahkan setiap tahun di kawasan objek wisata di Jakarta.

Menurut dia, objek wisata Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga diterjunkan dua ekor kuda untuk membantu pengamanan.

“Pengerahan personel berkuda Polri ini dimaksudkan untuk mempermudah petugas ketika para pengunjung membutuhkan pertolongan dengan cepat,” ujarnya lagi.

Pengerahan personel berkuda Polri ini hanya bersifat taktis, bukan pengamanan yang sifatnya ‘standby’ di pos pengamanan, sehingga waktunya tidak lama.

“Jadi, siang hari kami akan kembali ke markas. Lagi pula kami tidak membawa makanan untuk kuda,” ujarnya lagi.

Salah satu pengunjung, Adi (30) mengaku senang anaknya bisa menaiki kuda milik polisi tersebut.

“Anak saya senang sekali bisa menaiki kuda milik polisi yang sangat besar itu,” katanya pula. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER