Penataan Trotoar Sudirman-Thamrin, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan pengaturan atau rekayasa lalu lintas terkait pekerjaan penataan trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin.

“Selama berlangsungnya pekerjaan penataan trotoar Sudirman-Thamrin, kami akan melakukan rekayasa lalu lintas,” kata Wakil Kepala Dishub DKI Sigit Wijatmoko di Jakarta, Jumat (9/3).

Menurut dia, pengaturan lalu lintas tersebut harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan atau kemacetan kendaraan di sekitar area lokasi pekerjaan.

“Setiap kali ada pengerjaan proyek-proyek fisik pasti membutuhkan dukungan berupa pengaturan lalu lintas, termasuk saat pengerjaan penataan trotoar itu nanti,” ujar Sigit.

Baca juga: Pemprov DKI Lengkapi Trotoar Sudirman-Thamrin dengan Spot Edukasi dan Budaya

Ia menuturkan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terkait pagar proyek MRT yang berada di sepanjang kawasan trotoar tersebut.

“Kami akan meminta PT MRT Jakarta supaya membuka pagar proyek yang sudah selesai, karena pengaturan lalu lintas itu membutuhkan ruang tambahan,” tutur Sigit.

Selain rekayasa lalu lintas, dia mengungkapkan pihaknya menyampaikan usulan berupa desain jalur angkutan umum yang representatif di sepanjang kawasan penataan trotoar itu.

“Dalam usulan tersebut, kami akan menyesuaikan jumlah jalurnya. Kemudian, kami akan menentukan titik-titik pemberhentian bus,” ungkap Sigit. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close