Pemprov DKI Tata Kembali Jalan dan Trotoar Sudirman-Thamrin Bagi Pedestrian


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penataan jalan dan trotoar di kawasan Jalan Sudirman-MH. Thamrin untuk mewujudkan jalur pedestrian yang lebih ramah bagi para pejalan kaki.

“Pemprov DKI Jakarta melakukan penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH. Thamrin. Adapun area penataan jalan dan trotoar yakni Patung Pemuda Membangun, Simpang Susun Semanggi, Patung Selamat Datang (Bundaran HI), Patung Kuda Arjuna Wiwaha,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sosialisasi penataan di Balaikota Jakarta, Selasa (6/3).

Ia mengapresiasi kegiatan sosialisasi hari ini karena trotoar merupakan fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di antara fasilitas-fasilitas lainnya seperti: lajur sepeda, tempat penyeberangan pejalan kaki halte, dan fasilitas khusus bagi penyandang difabel dan para lanjut usia.

Sebagaimana yang dicantumkan dalam Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Anies menyebutkan forum sosialisasi ini dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta, sehubungan dengan: Rencana penataan jalan dan trotoar di koridor Jalan Jenderal Sudirman-MH. Thamrin, mempersiapkan keindahan kawasan Jalan Jenderal Sudirman-MH. Thamrin sebagai jalan protokol utama di Jakarta dan meningkatkan citra Kota Jakarta, Ibukota Negara Indonesia dalam menyambut peserta Asian Games XVIII Tahun 2018.

“Penataan meliputi lajur busway, lajur kendaraan roda empat, lajur motor dan bus reguler atau bus wisata, trotoar dan kelengkapannya, penghijauan berupa pohon pohon peneduh dan taman,” kata Anies.

Untuk diketahui, pembiayaan penataan trotoar berasal dari kompensasi pelampauan kelebihan lantai bangunan (KLB) PT MRT, PT Investama dan PT Mitra Panca Persada, katanya.

Untuk pembagian pengerjaannya adalah sebagai berikut yakni PT MRT Jakarta mengerjakan penataan trotoar di enam stasiun, kurang lebih 200 meter di setiap area stasiun.

PT Kepland Investama mengerjakan penataan trotoar segmen Patung Kuda sampai dengan Kali Krukut dan PT Mitra Panca Persada mengerjakan penataan trotoar segmen Kali Krukut sampai dengan Patung Pemuda dan segmen Kartika Candra hingga Jakarta Convention Center.

“Tak hanya itu, desain penataan trotoar Jalan Jenderal Sudirman – MH. Thamrin dilengkapi dengan ‘walk of fame’ atlet-atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan segala kisah atlet-atlet tersebut,” kata Gubernur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close