Pemprov DKI Relokasi 110 Pohon di Trotoar Sudirman-Thamrin


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merelokasi sebanyak 110 pohon yang berada di sepanjang kawasan penataan trotoar Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin.

“Setelah kami lakukan pendataan, ada sebanyak 541 pohon yang akan direlokasi. Saat ini, sudah ada 110 pohon yang direlokasi,” kata Kepala Dinas Kehutanan DKI Djafar Muchlisin di Jakarta, Jumat (9/3).

Menurut dia, ratusan pohon tersebut dipindahkan ke Taman Bersih, Manusiawi dan Berwibawa (BMW) yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Proses relokasi pohon-pohon itu sudah dimulai sejak Selasa (6/3). Kami menargetkan pekerjaan relokasi ratusan pohon tersebut bisa selesai bulan ini (Maret 2018),” ujar Djafar.

Dia menuturkan pekerjaan relokasi pohon-pohon itu dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pihaknya merelokasi sebanyak 65 pohon yang ada di sebelah timur (arah Semanggi) dari patung Jenderal Sudirman ke arah gedung World Trade Center (WTC).

“Tahap kedua, kami merelokasi sebanyak 45 pohon yang ada di sisi barat atau menuju arah Bundaran Hotel Indonesia (HI) dari Hotel Le Meridien hingga Patung Jenderal Sudirman,” tutur Djafar.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan jenis-jenis pohon yang nantinya akan ditanam di sepanjang trotoar Sudirman-Thamrin itu, di antaranya pohon kencana, pohon tanjung dan pohon sawo kecik.

Sementara itu, dia menambahkan di bagian pembatas antara jalur hijau dengan trotoar itu nantinya akan ditanami bunga pucuk merah, bunga merak dan bunga bougenville.

“Kami berkoordinasi juga dengan Dinas Bina Marga DKI Jakarta supaya bisa memberikan ruang di trotoar untuk kemudian ditanami pohon-pohon tersebut dengan jarak sekitar lima sampai enam meter,” ungkap Djafar. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Dari Plot Pembunuhan Menuju Monarkhi Konstitusional di Arab Saudia

Aneka media luar dan dalam negeri dengan telanjang menggambarkannya. Tim 15 orang memutilasi, memotong korban ketika korban masih hidup. Suara melengking korban kesakitan yang luar biasa terdengar dan terekam.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close