Pemprov Banten Optimalkan Pencegahan Stunting

0
98
  • 1
    Share
stunting
Anak dengan kondisi stunting. (Foto: Istimewa)

LEBAK, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Banten Muhammad Husen mengatakan pemerintah provinsi dapat megoptimalkan pencegahan stunting atau pertumbuhan tubuh kerdil bayi akibat kekerungan nutrisi gizi.

“Kita akan kehilangan generasi jika penderita stunting itu tidak dilakukan pencegahan,” kata Muhammad Husen di Lebak, Senin (9/4).

Selama ini, penderita stunting di Provinsi Banten cukup tinggi sehingga perlu penanganan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai komponan mulai kepala daerah, Dinas Kesehatan, petugas medis, posyandu, tokoh agama, masyarakat, penguysaha dan relawan.

Selain itu juga dioptimalkan sosialisasi prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pihaknya mengapresiasi Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk di Kabupaten Lebak tahun 2005 adanya partisipasi pengusaha yang menyalurkan bantuan dana untuk pasien penderita gizi buruk yang dirawat di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

Dimana saat itu juga terjadi penyakit polio atau kelumpuhan yang menimpa anak-anak tersebar di sejumlah daerah di Kabupatn Lebak.

“Kami berharap anak-anak penderita stunting juga mendapat bantuan dan penanganan khusus agar mereka kembali hidup sehat,” kata anggota DPRD Kabupaten Lebak.

Menurut dia, Pemprov Banten segera melakukan intervensi dengan mengalokasikan dana pemberian makanan tambahan (PMT) seperti biskuit dan susu juga vitamin.

Selain itu juga menyalurkan program pembangunan sanitasi agar mereka memiliki jamban yang sehat.

Sebab, masyarakat Banten hingga kini masih banyak buang air besar (BAB) di tempat sembarangan, seperti daerah aliran sungai, kebun dan drainase/selokan.

Begitu juga petugas medis mengintensifkan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan anak.

Sebab, jika ibu hamil mengalami kekurangan nutrisi gizi maka akan melahirkan anak penderita stunting.

“Kita berharap kekurangan nutrisi gizi baik ibu hamil dan anak mendapatkan bantuan PMT,” katanya.

Gubernur Banten Wahidin Halim menekankan agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mengintruksikan Dinas Kesehatan agar langsung ke masyarakat melihat kondisi kesehatan, di antaranya balita penderita gizi buruk atau gizi kurang serta kekurangan asupan vitamin, termasuk ibu hamil.

“Kita minta petugas medis memberikan pelayanan kesehatan masyarakat guna mencegah stunting itu, katanya menjelaskan.

Pelaksana Program Gizi Puskesmas Kalanganyar Kabupaten Lebak Rena Kurnia Febriana mengatakan selama ini, angka ibu hamil di wilayahnya yang mengalami kurang energi kronik (KEK) cukup tinggi hingga tercatat 51 orang.

Mereka masuk kategori KEK setelah dilakukan lingkar lengan atas hanya 23,50 sentimeter dengan berat badan 45 kilogram.

Ibu hamil yang masuk kategori KEK tentu akan melahirkan anak stunting akibat kekurangan nutrisi gizi.

Sedangkan, jumlah balita di Kecamatan Kalanganyar tercatat 3.397 anak dan di antaranya sembilan anak teridentifikasi gizi buruk.

“Kami rutin per triwulan menyalurkan PMT berupa biskuit dan susu bagi balita yang mengalami nutrisi gizi yang disalurkan melalui tenaga bidan desa,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU