Pemkab Lebak Kawal Proyek Pembangunan Nasional

0
75
  • 3
    Shares
Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur. (Foto: Istimewa)

LEBAK, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mengawal proyek pembangunan nasional karena manfaatnya cukup besar bagi kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

“Kami memberikan kemudahan-kemudahan proses perizinan, termasuk analis dampak lingkungan (amdal) dan pembebasan lahan guna mendukung proyek pembangunan nasional itu,” kata Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak Teguh Eko Saputro di Lebak, Rabu (28/3).

Pemerintah daerah menyambut positif adanya proyek pembangunan nasional sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Proyek pembangunan nasional yang ada di Kabupaten Lebak antara lain jalan Tol Serang-Panimbang yang melintasi lima kecamatan di Kabupaten Lebak.

Pembangunan jalur rel ganda Commuterline atau Kereta Rel Listrik (KRL) Stasiun Maja-Rangkasbitung.

Begitu juga proyek pembangunan Waduk Karian yang ditargetkan rampung 2019 sehingga bisa memasok air baku bagi masyarakat DKI Jakarta, Bogor serta Banten dan sekitarnya.

Pembangunan waduk itu akan menampung 209 juta meter kubik air dan menggenangi lahan seluas 1.740 hektar dengan luas keseluruhan 2.170 hektar.

Pasokan air baku itu dengan debit air 16,6 meter kubik per detik (m3/detik) untuk kawasan industri di Serang dan Cilegon sebesar 5,5 m3/detik, Rangkasbitung sebesar 0,3 m3/detik.

Kemudian Parung Panjang sebesar 0,2 m3/detik, Tigaraksa sebesar 2,5 m3/detik, Serpong sebesar 2,8 m3/detik, Maja sebesar 0,1 m3/detik dan DKI Jakarta sebesar 3,2 m3/detik.

Selain itu juga manfaat lain dari Bendungan Karian yaitu mengairi daerah irigasi Ciujung seluas 22.000 hektar dan pengendalian banjir dengan kapasitas tampungan banjir sebesar 60,8 juta meter kubik.

Bendungan Karian juga berpotensi menghasilkan tenaga listrik sebesar 1,8 MW (megawatt).

“Kami terus memfasilitasi pembebasan lahan untuk mensukseskan proyek pembangunan bendungan itu,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, proyek nasional itu akan direalisasikan tahun 2021 untuk reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Saketi-Bayah.

Langganan berita lewat Telegram
loading...
1
2
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU