Pemeriksaan Kelaikan Bus Mudik Masih 10 Persen

0
31
bus
Angkutan mudik. (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemeriksaan kelaikan (ramp check) bus untuk mudik Lebaran 2018 baru sampai 10 persen atau sekitar 780 bus dengan total kelaikan bus baru 114 bus.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/5) mengatakan, pihaknya berjanji mengejar target “ramp check” hingga 75 persen pada minggu pertama Juni.

“Masih di bawah 10 persen, tapi kita akan lakukan sampai minggu pertama Juni 75 persen,” katanya.

Loading...

Budi mengatakan bus-bus yang belum dinyatakan laik terus ditingkatkan agar memenuhi standar kelaikan dan bisa dijadikan untuk sarana mudik.

“Semuanya akan terus diperiksa, ada yang lolos dan lolos dengan catatan, lolos dengan catatan ini nanti harus diperbaiki lagi,” katanya.

Kemenhub saat ini gencar mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan sepeda motor saat mudik.

Untuk itu, tahun ini Kemenhub menyelenggarakan mudik gratis dengan penyediaan sebanyak 1.135 bus dan tiga kapal roro untuk tiga jurusan, Semarang, Surabaya dan Lampung.

“Pendaftaran 20 hari yang lalu, sebelumnya sudah lelang, karena sudah biasa bekerja sama dengan kita, jadi persiapan banyak dibantu juga Paguyuban Perantau Nusantara atau Papera,” katanya.

Budi menyebutkan untuk tujuan mudik gratis tahun ini juga bertambah dari 26 tujuan menjadi 32 tujuan, termasuk Lampung, Palembang dan Padang.

Namun, untuk kapal Roro kuota mudik gratis baru mencapai 40 persen.

“Mudik gratis kita saat ini bus bukan yang ekonomi, tapi premium dan pariwisata agar aspek fisik kelaikan jalan terpenuhi,” katanya.

Dia juga meminta bantuan Korlantas Polri, Dinas Perhubungan Provinsi/Kabupaten kota melaksanakan jaminan mudik gratis karena, menurut dia, dengan adanya mudik gratis bisa menurunkan tingkat kecelakaan dari 2015, 2016 hingga 2017 hingga 50 persen.

“Kendaraan pengangkut masal angkutan wisata sekian puluh ribu angkutan lebaran harus kita yakinkan kondisinya. Cukup banyak belum ‘ramp check’,” katanya.

Dalam keselamatan Direktur Pembinaan Keselamatan Ditjen Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan pengecekan kalaikan bus akan dilakukan setiap hari.

“Semua bus akan lakukan ‘ramp check’, jasa raharja memberikan daftar bus mana yang mengikuti ini. Sejumlah bus oleh penyelenggara akan kami cek semua kalaikannya, seperti ban dan rem,” katanya.

Yani menambahkan semua bus akan dilakukan “ramp check” tidak terkecuali dan tidak secara acar dengan data yang disesuaikan dengan Jasa Raharja.

Selain itu, lanjut dia, pihaknga juga bekerja sama dengan Kepolisian dalam hal ini Divisi Pendidikan Masyarakat Korlantas serta Kementerian Kesehatan untuk memeriksa kesehatan pengemudi.

“Kepada pengemudi yang mengidap penyakit-penyakit tertentu tidak diperkenankan berdasarkan tes urin tes darah dan lain sebagainya,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU