Pelaku Pembuang Mayat Bayi di Atap Rumah Telah Ditangkap Polisi Koja

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Polisi berhasil menangkap pelaku pembuang mayat bayi di atap sebuah rumah kontrakan di Koja, Jakarta Utara, yang diketahui masih terdaftar di sebuah SMK di Jakarta Utara.

Mayat bayi malang tersebut ditemukan pada Ahad (5/5), di atap sebuah rumah kontrakan di Jalan Peting Remaja RT02/19 Kelurahan Tugu Utara, Koja Jakarta Utara, oleh S (47) dan B (42).

Polisi kemudian menggelar penyelidikan dan menemukan sebuah rumah kontrakan di dekat TKP yang dihuni oleh seorang perempuan berinisial SK (20) yang merupakan anak dari S dan B, dan dicurigai sebagai pelaku pembuang mayat bayi atap rumah kontrakan tersebut.

SK diketahui masih berstatus sebagai pelajar di sebuah SMK di Jakarta Utara.

“Setelah dilakukan interogasi mendalam, pelaku mengakui bahwa pada sekitar pukul 02.00 WIB pelaku merasa sakit pinggang dan pelaku langsung pergi ke kamar mandi rumah dan pelaku melahirkan seorang anak laki-laki. Karena panik pelaku langsung menutup bayi tersebut dengan handuk dan dimasukkan kedalam kantong plastik,” kata Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Andry Suharto, Ahad (5/5).

Dijelaskan Andry, SK kemudian naik ke lantai dua rumah orang tuanya dan membuang bayi yang telah dibungkus plastik tersebut ke atas genteng melalui jendela rumah.

Sekitar pukul 07.00 WIB mayat bayi tersebut diketemukan oleh B yang merupakan ayah kandung pelaku.

S dan B kemudian melaporkan penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki itu ke RW setempat yang kemudian meneruskan laporan tersebut ke kepolisian.

Mayat bayi tersebut kemudian dikirim ke RSCM untuk dilakukan otopsi.

Pelaku kemudian dibawa oleh polisi ke Rumah Sakit Koja Jakarta Utara guna mendapatkan penanganan medis.

Sampai saat ini pelaku belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis dan kondisi mental yang terguncang.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER