Pasca Kasus Meme Penghinaan Ulama, Ini Klarifikasi PP The Jakmania atas Koran The Jak

JAKARTA – Tampilan halaman depan Harian The Jak hari ini, Kamis (18/5/2017), telah menampilkan pernyataan permohonan maaf atas pemuatan meme yang menghina ulama pada edisi yang terbit pada hari Rabu (17/5/2017).

“Segenap redaksi The Jak memohon maaf atas penayangan meme Habib Rizieq Shihab du rubrik ‘Ada-Ada Saja’ pada edisi Rabu (17/5/2017).” -Redaksi

Demikian bunyi permohonan maafnya.

Menurut pantauan SERUJI, setelah dimuatnya permohonan maaf dan kasus dianggap selesai oleh kedua pihak (Manajemen The Jak dan Forum Umat Islam/FUI), berita hebohnya kantor Harian The Jak yang digeruduk massa FUI Jakarta Selatan membuat publik bertanya-tanya di jagad media sosial, apa hubungan harian The Jak dengan The Jakmania (dua-duanya adalah sebutan supporter klub sepakbola Persija Jakarta).

Pengurus Pusat (PP) The Jakmania telah mengklarifikasi bahwa harian The Jak tidak terafiliasi dengan suporter klub ibu kota Persija Jakarta tersebut.

Hal itu ditegaskan dengan pernyataan resmi tim Informasi dan Komunikasi (Infokom) The Jakmania melalui akun Twitter @infokomjakmania yang menyatakan jika organisasi suporter Persija tidak memiliki media cetak dalam bentuk apa pun, termasuk koran dan tabloid.

Diberitakan sebelumnya, kantor harian The Jak digeruduk massa FUI. Mereka memprotes redaksi The Jak karena menerbitkan meme imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab, dengan kalimat dan gambar yang tidak pantas di halaman depan koran tersebut.

Redaksi The Jak melalui Pemimpin Redaksi Hadits Abdillah Balfas dan General Manager Ahmad Yani mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maafnya.

Juga menjelaskan ke massa FUI bahwa karyawannya yang membuat meme Habib Rizieq Shihab akan diberikan peringatan oleh manajemen. (M. Gauzal Asnawi)

 

EDITOR: Iwan Y

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Krisis Akal Budi

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER