Menteri Susi Ajak Masyarakat Jaga Mangrove dan Terumbu Karang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak seluruh warga masyarakat menjaga mangrove atau hutan bakau serta terumbu karang yang sangat bermanfaat tidak hanya bagi kawasan perairan tetapi juga umat manusia.

“Kalau pohon ditebangi, bakau yang menjaga pulau tidak kena abrasi ditebang, nanti air akan kering. Nanti mau dapat air tawar dari mana? Mau minum air laut?” kata Menteri Susi dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Rabu (16/5).

Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan bahwa bila pohon bakau atau mangrove ini mengalami kepunahan maka akan dapat mengakibatkan banyak petaka yang juga berdampak kepada masyarakat.

Menurut dia, hal tersebut salah satu contohnya adalah merebaknya penyakit malaria dan demam berdarah akibat nyamuk dan berbagai serangga lainnya kehilangan habitatnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa bakau juga dianggap sebagai tempat bertelur ikan, udang dan berbagai hewan laut lainnya yang aman dan terlindung.

Tak hanya melindungi pohon bakau, Menteri Susi juga meminta masyarakat melindungi terumbu karang dengan tidak melakukan pengeboman ikan dan pengambilan terumbu karang untuk diperjualbelikan.

Sebelumnya, sejumlah pihak lainnya juga telah melestarikan mangrove seperti PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar dengan mengembangkan kelestarian dan ekowisata mangrove di Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Pada 2018, kami mencanangkan program Kampung Batik Betawi berbasis wisata edukasi dan ekowisata mangrove terpadu,” kata Komisaris PT PJB Defy Indiyanto Budiarto di Jakarta, Minggu (15/4).

Defy mengatakan PT PJB Unit Pembangkit Muara Tawar mendukung pencapaian “sustainable development goals” (SDGs) dengan sasaran pengembangan di Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Defy menyatakan sasaran SDGs menitikberatkan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Program ekowisata mangrove terpadu mengintegrasikan konsep wisata, konservasi dan edukasi di kawasan pesisir utara Bekasi yakni Muara Tawar dan Muara Gembong.

Lavi mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembibitan dan penanaman pohon mangrove sebanyak 70.000 pohon sejak 2014. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER