Menteri Kelautan: Kapal Asing Penyebab Turunnya Stok Sumber Daya Laut

0
16
Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan (foto: istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kapal ikan asing yang pernah dibuka izinnya untuk didaftarkan dan beroperasi di kawasan perairan nasional disinyalir menjadi penyebab surutnya stok sumber daya laut sehingga penting untuk mengatasi hal tersebut.

“Dahulu ada kejadian tahun 2001 di mana pemerintah saat itu mengizinkan penangkapan ikan oleh kapal ikan asing di kawasan perairan Indonesia,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, Rabu (28/3).

Menurut dia, ketika itu dengan diizinkannya kapal ikan asing untuk secara resmi beroperasi di kawasan perairan nusantara maka mengakibatkan munculnya baik kapal yang legal maupun kapal yang ilegal.

Hal tersebut, lanjutnya, karena pemilik kapal ikan asing itu ada yang membeli izin untuk satu kapal tetapi kemudian izin tersebut diduplikasi secara tidak sah menjadi lebih dari satu kapal.

Apalagi, ia mengingatkan bahwa kapal-kapal ikan asing itu memiliki ukuran yang luar biasa yang ukurannya melebihi dari kapal-kapal yang lazim dimiliki nelayan tradisional lokal.

Menteri Susi juga menyoroti bahwa setelah perizinan kapal asing dibuka, terjadi penurunan jumlah rumah tangga nelayan sehingga dapat dikatakan bahwa penurunan jumlah ikan juga akan menurunkan jumlah nelayan.

Karena itu, ujar dia, sejak mengemban jabatan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, pihaknya dengan gigih memerangi penangkapan ikan secara ilegal.

Hasilnya, menurut Susi, berbagai badan internasional juga mengakui bahwa langkah yang telah dilakukan Indonesia dengan memerangi pencurian ikan sudah tepat karena membuat sumber daya kelautan nasional menjadi meningkat pula.

Sebelumnya, KKP mengukur potensi sumber daya perikanan di kawasan perairan nasional setiap tahun sehingga dapat menjadi dasar bagi kebijakan yang menentukan berapa batas jumlah perikanan yang boleh ditangkap secara berkala.

“Riset yang kami jalankan setiap tahun adalah melakukan ‘stock assessment’ melalui pendekatan saintifik sehingga menentukan berapa jumlah ikan yang bisa diambil agar sumber daya perikanan tetap berkelanjutan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP Zulficar Mochtar.

Menurut Zulficar, hasil dari riset penilaian stok ikan itu juga penting selain untuk menjawab persoalan dari segi ilmiah, juga sebagai dasar membangun kebijakan. (Ant/SU03)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU Banjarmasin Akan Gelar Pentas Budaya

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin akan menggelar pentas budaya di Siring Sungai Martapura di Jalan RE Martadinata atau depan Balaikota, Sabtu...

Muspida Cianjur Berkomitmen Berantas Miras

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Muspida dan MUI Cianjur, Jawa Barat, berkomitmen untuk memberantas miras dan oplosan dengan cara meningkatkan razia gabungan diberbagai wilayah setiap pekannya. Bahkan kegiatan...

Operasi Gempur Temukan 45.020 Batang Rokok Ilegal

TUAL, SERUJI.CO.ID - Operasi Gempur yang dilancarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru...

Polsek Ubud Tangkap Warga Australia Aniaya Pacar

UBUD, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Sektor Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, menangkap warga negara Australia berinisial AH yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya Agniezka Krzystofowicz...

Bom Perang Dunia Kedua Ditemukan Dekat KBRI Berlin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kedutaan Besar RI di Berlin sementara tidak buka pada Jumat (20/4) karena otoritas setempat akan mengevakuasi bom sisa Perang Dunia II...