Mensos: Pemda Teguhkan Kembali Komitmen Kemanusiaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Sosial Idrus Marham mengajak pemerintah daerah untuk meneguhkan kembali komitmen dalam mengerjakan tugas kemanusiaan.

“Saya mengajak semua pihak meneguhkan komitmen dan mengubah pola pikir,” kata Mensos saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Data Terpadu di Jakarta, yang diikuti Kepala Dinas Sosial Provinsi dan Kepala Dinas Sosial Kota/Kabupaten se-Indonesia di Jakarta, Senin (12/2).

Dia mengatakan, salah satunya melalui pembaruan (update) data kemiskinan yang merupakan panggilan kemanusiaan.

Mensos juga mengingatkan para Kepala Dinas Sosial Provinsi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota, bahwa verifikasi dan validasi data terpadu dalam penanganan fakir miskin dan perlindungan sosial adalah panggilan kemanusiaan.

“Dengan data yang valid, bantuan sosial untuk rakyat akan tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” katanya.

Mensos mengatakan peran data dalam program penanggulangan kemiskinan sangat krusial berkaitan dengan penetapan sasaran penerima program.

Ketepatan dalam menetapkan sasaran program penanggulangan kemiskinan sangat penting untuk menjamin keefektifan program penanggulangan kemiskinan.

Data tersebut terkait dengan bantuan sosial yang diberikan kepada penerima manfaat yaitu pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos pangan.

Pada 2018 jumlah penerima bantuan sosial PKH mencapai 10 juta keluarga pemerima manfaat (KPM) sedangkan jumlah penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bantuan sosial beras sejahtera (Rastra) sebanyak 15,5 juta KPM. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER