Menristekditi Imbau Dosen Jangan Sibuk Cari Jabatan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta dosen untuk tidak sibuk mencari jabatan melainkan harus fokus dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di perguruan tinggi.

“Dosen jangan sibuk mencari jabatan, seharusnya fokus pada peningkatan SDM di perguruan tinggi,” ujar Nasir dalam acara konsultasi publik di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) di Jakarta, Selasa (20/3).

Nasir mengaku kerap melihat nama dosen yang ikut seleksi dalam lelang jabatan di sejumlah kementerian maupun perguruan tinggi, meskipun dosen yang bersangkutan belum juga diterima sebagai pejabat.

Ke depan, pihaknya akan berupaya merampingkan sejumlah fakultas di perguruan tinggi. Menurut Nasir, manajemen yang baik adalah manajemen yang ramping.

“Di perguruan tinggi di luar negeri, jumlah fakultas hanya empat atau lima. Bandingkan dengan perguruan tinggi kita, yang jumlah fakultasnya mencapai belasan. Akibatnya, para dosen banyak yang menempati jabatan struktural bukan sebagai pemimpin akademik,” jelas Nasir.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti, menyebutkan sebanyak 53 persen dosen di Tanah Air menduduki jabatan struktural entah itu sebagai dekan, kepala bagian dan sebagainya.

“Jadi waktunya habis dalam mengurusi bagian administrasi dan kebijakan. Padahal seharusnya dosen itu sebagai pemimpin akademik yang harus menguasai bidang keilmuannya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Ghufron.

Menurut Ghufron karena banyaknya dosen yang menduduki jabatan struktural tersebut maka hal itu yang menjadi penyebab riset maupun inovasi kurang berkembang. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Kemcer Di Curug Cipeteuy