Massa Buruh Deklarasikan Dukungan kepada Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ribuah massa buruh yang terdiri dari berbagai organisasi mulai memadati area dalam Istora Senayan Jakarta, Selasa (1/5) siang yang akan mendeklarasikan dukungannya terhadap Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden periode 2019-2024.

Buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI), Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEI) sudah mulai memadati area Istora sejak pukul 12.30 WIB.

Di dalam area Istora Senayan saat ini ada sebuah panggung berukuran sedang yang dipasang di tengah-tengah gedung Istora.

Seorang pembawa acara dari atas panggung meneriakan yel yel perjuangan buruh dan menegaskan bahwa Prabowo akan datang langsung untuk menyaksikan deklarasi dan dukungan politik kaum buruh.

Rencananya setelah puluhan ribu massa KSPI melakukan “long march” dari Tugu Tani menuju Istana Negara pada peringatan Hari Buruh tahun ini, juga akan digelar deklarasi dukungan terhadap Prabowo Subianto sebagai capres yang diusung buruh yang tergabung dalam KSPI.

Deklarasi dukungan terhadap Prabowo sebagai capres akan berlangsung di Istora Senayan pada Selasa (1/5) sore pukul 15.00 WIB yang akan dihadiri langsung Prabowo Subianto sekaligus menandatangani kontrak kesepakatan bersama para buruh diwakili Presiden KSPI, Said Iqbal.

Para buruh itu sebelumnya demo di depan Istana Merdeka, ada empat agenda utama yang akan mereka perjuangkan.

Pertama menuntut pemerintah untuk menurunkan tarif dasar listrik (TDL), bahan bakar minyak (BBM), dan menurunkan harga pangan.

Kedua adalah menuntut pemerintah untuk segera mencabut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tentang Pengupahan yang menurutnya menyebabkan upah buruh saat ini menjadi sangat murah.

Ketiga hentikan memasukan tenaga kerja asing (TKA), praktik perbudakan modern, dan juga penghapusan tenaga alih daya (“outsourcing”), dan keempat mendukung capres yang tidak anti-buruh. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anda ASN Yang Terpaksa Harus Bercerai? Simak Prosedur Yang Harus Dilalui

Anda seorang ASN dan sedang mengalami masalah rumah tangga yang berujung perceraian? Simak proses percerain ASN berikut, apa yang harus dilakukan dan kewajiban apa yang muncul.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER