KY Siap Penuhi Catatan DPR Terkait Hakim Ad Hoc PHI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –¬†Komisi Yudisial (KY) menyatakan siap memenuhi catatan yang diberikan Komisi III DPR tentang pemenuhan enam orang hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

“Kami siap memenuhi catatan Komisi III DPR RI,” ujar juru bicara KY Farid Wajdi melalui pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Selasa (27/3).

Farid mengatakan hal tersebut menanggapi kelulusan tes kelayakan dan kepatutan dua calon hakim Ad Hoc PHI di Mahkamah Agung (MA) yang telah keluar dari Komisi III DPR.

Kelulusan pada hasil tes kelayakan dan kepatutan tersebut, kembali memberikan solusi terbentuknya satu majelis hakim PHI pada MA yang terdiri atas satu hakim karier dan dua hakim ad hoc yang baru saja terpilih.

Hal ini mengingat pemenuhan kebutuhan hakim ad hoc PHI di MA semakin mendesak dan mempengaruhi tumpukan jumlah perkara hubungan industrial di MA.

“Kebutuhan hakim ad hoc PHI di MA harus segera diisi karena waktu penyelesaian perkara maksimal adalah 30 hari sejak kasasi diajukan,” kata Farid.

Lebih lanjut Farid mengatakan bahwa KY tetap bertekad untuk memenuhi dua standar utama yakni kapabilitas dan integritas.

“Sekaligus keterwakilan masing-masing unsur pengusaha maupun serikat pekerja atau buruh pada proses seleksi hakim PHI ini,” kata Farid.

Kendati demikian Farid berpendapat bahwa keragaman hasil tes kelayakan dan kepatutan dalam bentuk kelulusan maupun tidak, adalah bukti parlemen benar-benar menjalankan secara layak dan baik, sehingga KY memberikan penghargaan atas persetujuan tersebut.

Dua dari empat nama calon hakim PHI yang disetujui Komisi III DPR adalah Sugeng Santoso P.N. dari unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Junaedi dari unsur Serikat Pekerja atau Serikat Buruh (SP/SB). (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER