Kota Tangerang Raih Penghargaan “Smart City 2017”

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang kembali meraih penghargaan Smart City 2017 dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk aplikasi e-plesiran yang ada di aplikasi Tangerang LIVE.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki kepada Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi budaeri dalam acara Seminar & Penghargaan Menuju 100 Smart City 2017 di Jakarta, Kamis (16/11).

Wali Kota Tangerang Arief S Wismansyah menyatakan daerah ini termasuk dalam 24 kota/kabupaten yang terpilih di tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City yang dicanangkan di Kota Makasar tahun 2016, dan telah berhasil menyusun smart city masterplan.

“Di dalam smart city masterplan terdapat berbagai program yang memanfaatkan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan dan peluang sampai 10 tahun ke depan,” katanya.

Gerakan menuju 100 smart city ini merupakan program bersama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kemendagri, Kemen PUPR, Bappenas, dan kantor staf kepresidenan dengan tujuan pemda dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kota Tangerang punya aplikasi Tangerang LIVE, yang bisa disebut ‘one stop application’ karena di dalamnya ada berbagai aplikasi yang bisa digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan,” kata Wali Kota.

Tak sampai di situ, dalam acara yang dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wali Kota juga menyampaikan dalam menuju smart city, Pemkot terus melakukan berbagai perkembangan terhadap aplikasi Tangerang Live.

“Tahun 2017 ini kami sebutnya Tangerang Live 2.0, dan pada tahun depan kita naik ke 3.0 dan nanti kami pake sistem geospasial, supaya lebih detail pendataannya,” jelasnya.

Wali Kota juga menawarkan kepada seluruh tamu undangan yang hadir jika ingin mengadopsi seluruh aplikasi yang dimiliki oleh pemkot Tangerang untuk dapat digunakan di daerahnya masing – masing.

“Silahkan kalau ada dari daerah lain yang mau pakai aplikasi milik kota Tangerang, kami dengan senang hati untuk berbagi supaya bisa bersama sama mencapai Smart City di Indonesia,” katanya. (SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER