Konsultan: MRT Jakarta Akan Tarik Investor Perkantoran Besar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa pembangunan MRT Jakarta akan menarik investor yang membuat gedung-gedung perkantoran besar di wilayah ibukota.

“Salah satu yang membuat gedung menjadi lebih besar adalah infrastruktur seperti MRT,” kata Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto dalam paparan properti di Jakarta, Rabu (4/4).

Menurut Ferry, dengan MRT yang dijadwalkan beroperasi pada tahun 2019 mendatang, maka kemacetan di jalan-jalan utama ibukota diharapkan bisa lebih berkurang.

Hal tersebut, lanjutnya, dinilai juga akan membuat pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang meningkatkan aktivitas bisnis di sekitar jalur MRT.

Ia berpendapat, dengan MRT dan sejumlah kebijakan lainnya seperti menaikkan tarif parkir yang diharapkan akan menarik semakin banyak warga untuk menggunakan transportasi publik, maka koefisien luas bangunan juga bisa ditingkatkan sehingga gedung semakin tinggi.

Namun karena saat ini belum beroperasi, ujar dia, maka keberadaan MRT dinilai belum menjadi faktor pendorong penyewa untuk berpindah ke berbaga gedung di sekitar stasiun MRT.

Namun, Ferry juga mengingatkan bahwa kemudahan akses dan transporasi bakal tetap menjadi pertimbangan penyewa untuk menentukan lokasi ekspansi yang akan mereka lakukan .

Sebelumnya, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menyatakan progress atau perkembangan proyek pembangunan sarana transportasi massal MRT sejauh ini sudah mencapai 92,50 persen.

“Terhitung sampai dengan 25 Maret 2018, kami mencatat progres penyelesaian proyek MRT Jakarta sudah mencapai 92,50 persen,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Jakarta, Kamis (29/3).

Menurut William, perkembangan proyek sebesar 92,50 persen itu terdiri dari penyelesaian konstruksi stasiun bawah tanah (underground) yang mencapai 95,83 persen dan penyelesaian konstruksi stasiun layang (elevated) sekitar 89,19 persen.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap konsep Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas dari PT MRT Jakarta nanti bukan sekadar membangun infrastruktur melainkan juga sebagai instrumen penumbuh budaya baru warga Jakarta.

Selain itu, ujar Anies, MRT juga diharapkan dapat menjadi sebagai ruang interaksi warga dengan latar belakang sosial, ekonomi, identitas yang berbeda. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER