Komunitas Pemuda Sebut Harga Rokok Murah Picu Anak-Anak Merokok

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komunitas anak muda Banda Aceh menilai harga rokok sangat murah sehingga menggoda anak-anak di Provinsi Aceh untuk membeli dan mencobanya hingga akhirnya kecanduan.

“Harga rokok per batang sangat murah, bahkan lebih murah daripada permen, minuman kemasan atau jajanan anak lainnya,” kata mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Raudhatul Jannah melalui siaran pers dari Lentera Anak yang diterima di Jakarta, Jumat (23/3).

Raudha mengatakan ada rokok yang dijual Rp1.000 per batang, sedangkan harga jajanan dan minuman di warung dekat sekolah Rp3.000 hingga Rp5.000.

“Apalagi, pemilik warung juga tidak menolak menjual rokok kepada anak-anak. Itu yang membuat anak-anak mudah tergiur membeli dan mencoba rokok,” tuturnya.

Karena itu, Raudha, yang merupakan Warrior FCTC Kota Banda Aceh binaan Yayasan Lentera Anak, melakukan sosialisasi bahaya rokok kepada anak-anak dan remaja Aceh.

Dalam melakukan sosialisasi bahaya rokok, Raudha bekerja sama dengan komunitas Youth Generation of Tobacco Control (YGTC) dan relawan Duta Peduli Rimba Aceh.

“Kami fokus mengedukasi adik-adik sekolah dasar karena jumlah pelajar SD yang merokok terus meningkat,” katanya.

Mengutip data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2010, perokok aktif di Provinsi Aceh mencapai 37,1 persen, di atas rata-rata nasional yang berada di angka 34,7 persen. Rata-rata para perokok di Aceh mengisap rokok 10 batang hingga 30 batang per hari.

“Namun, yang paling memprihatinkan adalah usia mulai merokok di Aceh yang semakin muda. Anak-anak usia 10 tahun hingga 14 tahun yang merokok sudah mencapai 10 persen. Sangat menyedihkan karena mereka masih pelajar SD,” tuturnya.

Saat melakukan sosialisasi di salah SD negeri di Banda Aceh, Raudha mendengar sendiri sebagian dari siswa sudah mulai merokok.

“Awalnya mereka bilang ingin coba-coba. Itu didorong faktor kemudahan membeli rokok karena harga rokok per batang sangat murah dan banyak dijual di warung dekat sekolah,” katanya.

Warrior FCTC merupakan anak-anak muda berjumlah 50 orang dari 25 kota binaan Yayasan Lentera Anak yang berkolaborasi menolak hegemoni industri rokok dan menolak menjadi target pemasaran industri rokok.  (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER