Kemristekdikti Perluas Kredit Pendidikan untuk Sarjana

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan memperluas kredit atau pinjaman pendidikan tidak hanya pada tingkat pascasarjana tetapi juga sarjana.

“Jika berdasarkan Undang-undang 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi dikatakan pinjaman pendidikan tanpa bunga, tapi itu untuk anak miskin atau anak tidak mampu. Nah sekarang beasiswanya sudah untuk pinjaman belum, karena mereka milih beasiswa dari pada meminjam,” ujar Sekretaris Jenderal Kemristekdikiti, Prof Ainun Naim, di Jakarta, Jumat (23/3).

Namun untuk mahasiswa yang ekonominya menengah, lanjut dia, pihaknya akan mengupayakan agar bisa mengajukan kredit pendidikan untuk tingkat sarjana. Menurut dia, perbankan tertarik untuk memberikan kredit pinjaman untuk sarjana.

” Nanti akan diperluas, karena kami lihat perbankan tertarik untuk ini,” katanya.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan produk BRIGUNA Flexi Pendidikan yang merupakan produk pinjaman dengan skema pembiayaan yang dikhususkan untuk mahasiswa magister (S2) dan doktoral ( S3) yang sudah memiliki penghasilan tetap.

“Nantinya akan diperbaiki skemanya, baik dari sisi perguruan tingginya, proses pembelajarannya dan kurikulumnya, sehingga lulusan memiliki kompetensi untuk bekerja disamping hubungan antara institusi akademik dengan industri, sehingga begitu lulus dan bekerja bisa mencicil kredit pinjamannya,” katanya.

Ainun mencontohkan dulu waktu era Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI), banyak mahasiswa yang sudah lulus dan bekerja. Meski ada yang tidak mengembalikan, lanjut dia, tapi yang mengembalikan juga banyak.

“Kalau di Australia itu. mahasiswa mengembalikan kalau sudah bekerja tapi pada penghasilan tertentu, yakni 50.000 dolar baru mahasiswa tersebut mencicil sebesar empat persen. Tapi itupun juga tidak mudah, misalnya jika mereka pergi ke luar negeri dan ganti warga negara. Ada kasusnya seperti itu,” paparrnya.

Ainun menilai pinjaman pendidikan tersebut termasuk kategori produktif karena bisa memberikan fasilitas mahasiswa hingga lulus. Meskipun demikian, sampai sekarang ini tidak ada jaminan pemerintah mengenai kredit pendidikan itu.

“Mungkin nanti kita pikirkan, mungkin ada subsidi, baru kita pikirkan subsidi bunga, kayak kredit untuk pengusaha kecil,” cetus Ainun. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER