Kementan Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Bagi Petani

SERANG, SERUJI.CO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan pupuk subsidi bagi seluruh petani di Banten, jika terjadi kekurangan pada salah satu titik bisa dilakukan realokasi atau mengatur distribusi pupuk sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid di Serang, Senin (21/5), mengatakan khusus petani Kota Serang, pemerintah memberikan kuota pupuk bersubsidi jenis urea, sebanyak 148 kilogram untuk setiap satu hektare lahan sawah padi.

“Di Kota Serang tahun 2018 rencana angka tanam seluas 19.186 hektar dengan urea menghasilkan 2.850 ton. Jadi tidak salah, kalau ada petani di Kota Serang mengatakan pupuk subsidi Urea tidak lebih dari 148 kilogram untuk satu hektar, karena memang kuotanya seperti itu,” kata Agus.

Menurut Agus, kuota pupuk bersubsidi bagi petani didasarkan pada angka tanam rencana ditahun tersebut.

Agus mengatakan, dengan kuota pupuk bersubsidi tersebut diharapkan petani paham dan mengerti. Sebab, semuanya sudah diperhitungkan sesuai dengan kebutuhan.

“Jadi tidak mungkin kalau Kementan memberikan kuotanya tidak cukup. Pupuk sebanyak 148 kilogram untuk lahan satu hektar di Kota Serang, sudah sesuai,” katanya.

Bahkan menurut Agus, Kementan telah mengeluarkan kebijakan yang sangat mudah sekali. Dimana, setiap kepala dinas pertanian di kabupaten/kota serta provinsi bisa melakukan realokasi.

“Pengaturan distribusi ini memperbolehkan realokasi pupuk bagi provinsi, kabupaten/kota atau kecamatan jika kekurangan dalam satu daerah,” kata Agus.

Secara teknis, kata Agus, realokasi pupuk bersubsidi dilakukan secara berjenjang. Bahkan pihaknya bisa mengajukan tambahan kuota ke Kementan jika itu dianggap perlu dan mendesak.

“Realokasi antar kecamatan oleh kadis (kepala dinas) kabupaten/kota. Kalau masih kurang segera lapor ke provinsi untuk realokasi kabupaten/kota oleh kadis provinsi. Kalau provinsi masih kurang, kadis provinsi membuat surat ke Kementan untuk dilakukan realokasi antar provinsi. Tentunya, setelah melalui evaluasi dan monitoring dilapangan,” kata Agus.

Para petani di Kota Serang sebelumnya mengeluhkan keberadaan pupuk bersubsidi, karena tidak sesuai dengan kebutuhan.

Ketua Kelompok TNI Andalan setempat, Masri mengaku pemerintah hanya memberikan pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 154 kg untuk setiap satu hektar sawah. Sedangkan kebutuhanya mencapai sekitar 200 kg per hektare. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER