Kemenlu Sebut Tidak Ada WNI Jadi Korban Serangan Van di Jerman

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Luar Negeri RI pada Ahad (8/4) menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban insiden penyerangan di Muenster, Jerman.

“Sampai saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban,” demikian Kemenlu RI lewat akun Twitter pada Ahad (8/4).

Baca juga: Seorang Pria Tabrakan Van ke Restoran di Jerman, 30 Orang Luka-Luka

Dilaporkan sedikitnya dua orang tewas dan 20 terluka, setelah sebuah mobil van menabrak para pengunjung yang duduk di luar Restoran Grosser Kiepenkerl, di Muenster, Jerman pada pukul 15.27 waktu setempat, Sabtu (7/4).

Juru bicara kepolisian setempat mengatakan bahwa pengemudi mobil van tersebut kemudian menembak dirinya sendiri hingga tewas setelah menabrakkan mobilnya.

KJRI di Frankfurt terus mengikuti perkembangan insiden di Muenster, Jerman dan membuka hotline di +49 1624129044. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER