Kemenkominfo Tindak Tegas Pelaku Penyalahgunaan Data Pribadi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menindak tegas pelaku penyalahgunaan data pribadi masyarakat untuk registrasi ulang kartu seluler.

“Pemerintah tidak mentoleransi penyalahgunaan dari identitas pribadi yang ada di masyarakat. Sama penegak hukum, tunggu saja,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta, Selasa (13/3).

Pelaku penyalahgunaan data identitas pribadi dapat dijerat Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dengan sanksi pidana penjara paling lama dua tahun dan atau denda paling banyak Rp25 juta.

Selain itu juga dapat dikenakan UU ITE dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

“Itu bisa digunakan sebelum ada UU perlindungan data pribadi, tetapi kita juga prosesnya mendidik tidak bisa asal tegakkan hukum, nomor satu biar bagaimanapun pemerintah mengedepankan pendekatan lunak, mengedukasi mendidik dan mengingatkan,” tutur Rudiantara.

Ia menegaskan semua pihak yang terlibat dalam proses registrasi ulang kartu seluler harus bersih dan tidak boleh ada yang main-main.

Rudiantara juga menjamin tidak ada kebocoran data karena Kemkominfo tidak pernah memegang data pelanggan seluler.

Operator pun tidak memiliki data pribadi pelanggan, melainkan hanya melakukan verifikasi dan validasi data yang diregistrasi pelanggan dengan data kependudukan dari Ditjen Dukcapil Kemdagri.

“Sudah dikasih tahu tidak ada. Yang mungkin ada penyalahgunaan identitas yang ada di luar, di dunia maya dipakai untuk registrasi,” kata Menkominfo. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

Akhirnya, Dahnil Anzar Bergabung di Pemerintahan Jokowi Sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan

Dahnil yang dikenal sangat keras mengkritisi pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya, mengaku baru ia yang ditunjuk Prabowo sebagai staf khusus yang berwenang di bidang Komunikasi publik pada bidang sosial ekonomi dan hubungan antara lembaga.

Begini Tanggapan “Santuy” Anies Baswedan Soal Karikatur “Terendam di Lem Aibon” Tempo

Menanggapi cover majalah Tempo yang sarat kritik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab dengan "santuy". Berikut tanggapannya.

Istana Tegaskan Mantan Napi Tidak Bisa Jadi Dewan Pengawas KPK

Dengan penjelasan Fadjroel ini, maka terbantah rumor yang beredar bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Antasari Azhar akan dipilih Presiden Jokowi sebagai Dewas KPK.

TERPOPULER

Akhirnya, Dahnil Anzar Bergabung di Pemerintahan Jokowi Sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan

Dahnil yang dikenal sangat keras mengkritisi pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya, mengaku baru ia yang ditunjuk Prabowo sebagai staf khusus yang berwenang di bidang Komunikasi publik pada bidang sosial ekonomi dan hubungan antara lembaga.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close