Kemenko Kemaritiman Jelaskan Tahapan Proyek Reklamasi Jakarta

0
97
  • 2
    Shares
reklamasi
Reklamasi teluk Jakarta. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menjelaskan dua tahapan yang dilakukan terkait proyek reklamasi Teluk Jakarta dalam rangka melindungi ibu kota dari ancaman penurunan muka tanah.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin di Jakarta, Selasa (7/11), mengatakan ada tahap darurat yang telah dilakukan pemerintah pusat untuk melindungi kawasan pesisir sepanjang 120 km yang kerap tergenang rob.

“Sekarang sudah dilakukan. Saat ini tahapnya 25 km membangun tanggul pesisir,” katanya.

Tahap berikutnya, lanjut Ridwan, adalah tahap pemantauan sejauh mana keberhasilan penurunan muka tanah. Di tahap itu, nantinya akan ditentukan apakah tanggul raksasa perlu dibangun atau tidak.

“Kalau memang penurunan muka tanah dapat dikendalikan, kita bisa berharap kalau itu (tanggul) tidak perlu, ya tidak perlu dibangun,” katanya.

Ada pun penurunan muka tanah alami, lanjut Ridwan, tidak akan bisa dihindari sehingga perlu ada pertimbangan untuk membangun tanggul lain untuk menahan arus laut.

“Karena kalau tidak, semakin lama akan semakin tergenang. Tanggul darurat yang kita bangun sekarang pun pada waktunya nanti tidak akan sanggup juga menahan,” katanya.

Ridwan menambahkan, proyek reklamasi yang kajiannya terpadu dengan NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), memang memiliki visi jangka panjang dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi ekologi pantai utara Jakarta sekaligus menumbuhkan perekonomian baru di kawasan reklamasi.

“Visinya jangka panjang, dan terintegrasi. Tapi juga memperbaiki kondisi ekologi dan kawasan pantai utara Jakarta,” katanya.

Kemenko Kemaritiman menyebut ada empat pertimbangan mengapa proyek reklamasi terus berlanjut. Pertama, aspek legal di mana proyek utama untuk melindungi Jakarta sebagai ibukota negara adalah NCICD (Natonal Capital Integrated Coastal Development) di tengah ancaman abrasi dan penurunan muka tanah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU