Kemenkes Percepat Cakupan Imunisasi Campak di Asmat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Kesehatan mempercepat cakupan imunisasi campak dan imunisasi dasar di Kabupaten Asmat, Papua dengan sejumlah strategi khusus untuk wilayah tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (28/2), Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Vensya Sitohang mengubah sasaran imunisasi ulang (ORI) campak ditingkatkan hingga usia di bawah 19 tahun dari yang sebelumnya 59 bulan sehingga jumlah sasaran menjadi meningkat.

Selain itu peningkatan cakupan imunisasi program minimal 80 persen yang terdiri dari imuniasi dasar dan imunisasi lanjutan. Sedangkan peningkatan cakupan ORI campak sampai minimal 90 persen dan merata di semua distrik.

Untuk pembekalan petugas tentang strategi imunisasi di daerah yang sulit harus dilakukan dengan strategi multiinjeksi dalam satu kali pelayanan terhadap sasaran imunisasi.

Tim juga ditugaskan untuk meningkatan pengetahuan petugas tentang pengelolaan logistik imunisasi meliputi vaksin dan rantai dingin untuk menjaga kualitas vaksin. Setelahnya perlu membangun sistem pencatatan dan pelaporan cepat pelayanan imunisasi dalam fase penanggulangan pasca ORI.

Terkait kurangnya pemahaman masyarakat terhadap imunisasi, tim kesehatan yang turun ke distrik dan kampung-kampung melakukan pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Tim perlu menjelaskan manfaat imunisasi dalam mencegah penyakit campak dan penyakit lainnya yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Asmat telah dicabut pada 5 Februari 2018 dan saat ini masalah kesehatan di Asmat berada dalam fase pemulihan.

Data cakupan ORI campak terakhir dari pos satuan tugas kesehatan di Distrik Agats, Asmat, sampai tanggal 20 Februari 2018 masih 53,6 persen, atau sebanyak 21.158 anak dari jumlah sasaran 39.477 anak.

Kesulitan akses dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya imunisasi menjadi salah satu penyebab cakupan imunisasi di Asmat belum mencapai target sampai 95 persen. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam