ICT Watch: Orangtua Tidak Paham Risiko Medsos pada Anak

0
49
gadget pada anak (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif ICT Watch Widuri menilai banyak orang tua yang tidak paham risiko media sosial bagi anak-anaknya sehingga malah kerap mendukung anaknya aktif di dunia maya.

“Orang tua membolehkan anaknya memiliki media sosial, padahal tahu ada batasan umur untuk mengaksesnya. Seringkali, orang tua sendiri yang membuatkan akun dan memalsukan umur anaknya,” kata Widuri dalam sebuah seminar di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (22/3).

Widuri mengatakan kebanyakan media sosial memberi batasan usia 13 tahun, tetapi mereka tidak memiliki sistem untuk mencegah pemalsuan usia. Padahal, banyak risiko bila anak dibiarkan menggunakan media sosial.

Media sosial merupakan tempat beriklan berbagai produk yang materi iklannya berbahaya bagi anak-anak. Sifat publik media sosial juga berisiko terhadap data pribadi.

“Sifat media sosial yang semakin konvergen juga menyebabkan materi media sosial satu dengan lainnya saling terhubung, kadang tanpa pemiliknya sadari,” tuturnya.

Yang lebih berbahaya, anak dan remaja bisa begitu saja menambahkan orang asing sebagai teman mereka di media sosial. Mereka kemudian mudah berkomunikasi di media sosial menggunakan fitus percakapan dan berbicara secara personal dengan orang asing itu.

“Aktivitas di media sosial juga menimbulkan kecanduan. Walaupun tahu risiko bermedia sosial, anak-anak dan remaja tetap melakukan aktivitas-aktivitas yang berisiko itu,” kata Widuri.

Widuri menjadi salah satu pembicara dalam Seminar dan Lokakarya “Perlindungan Anak di Ranah Daring”. Selain Widuri, juga terdapat pembicara lain seperti Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga dijadwalkan memberikan pidato kunci pada seminar dan lokakarya tersebut. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Temukan Dua Kardus Miras di Pelabuhan Tahuna

MANADO, SERUJI.CO.ID - Polisi menemukan dua dus sekitar 46 botol minuman keras (miras) beralkohol jenis captikus pada sebuah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tahuna,...

Pakde Karwo Pastikan Sanksi ASN Yang Berfoto Tunjukkan Dukungan ke Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan telah memberi sanksi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak netralan di Pilgub Jatim 2018, dengan berfoto...
Korban Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan di RSUD Dr Soetomo Kian Bertambah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korban akibat menenggak minuman keras kian bertambah di Surabaya. Hingga kini terhitung sudah puluhan korban miras merasakan pesakitan di Rumah Sakit,...

Menangkan Pemilu 2019, Gerindra Bentuk Laskar Merah Putih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra Jatim tampaknya tak setengah-setengah dalam mengejar target Pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menargetkan sebanyak-banyaknya perolehan pemilu...

IFC: Indonesia Diharapkan Jadi Mode Busana Muslim Dunia

BOGOR, SERUJI.CO.ID - National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi menawarkan program konkrit membawa dunia ke Indonesia untuk...