Humas KCJ: Jika Buat Keributan di KRL Akan Kami Turunkan

JAKARTA – Menanggapi video pertengkaran ibu-ibu di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) yang viral beberapa hari yang lalu, Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunisa, mengatakan bahwa peristiwa terjadinya pertengkaran ibu-ibu di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) tersebut disebabkan karena kondisi yang berdesak-desakan.

“Semua tergantung pribadi masing-masing. Keributan biasanya dipicu karena senggolan, yang kemudian mengakibatkan ada yang tersinggung,” ungkap Eva kepada wartawan, Rabu (17/5).

Kemudian Eva melanjutkan bahwa sebenarnya PT. KCJ sudah mensiagakan petugas-petugas keamanan di dalam rangkaian gerbong KRL sejak tiga bulan yang lalu.

“Selama tiga bulan tersebut, sudah ada dua kali perkelahian yang terjadi di dalam gerbong KRL, yang kemudian kami turunkan di stasiun. Yang pertama kami turunkan di stasiun Duren Kalibata, dan yang kedua kami turunkan di salah satu stasiun Jakarta – Bekasi. Semua yang berkelahi adalah sesama penumpang wanita,” lanjut Eva.

Di akhir pembicaraan, Eva berharap agar penumpang atau pengguna KRL dapat bekerja sama dalam menjaga ketertiban serta tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

“Jika ada penumpang yang tidak bisa menjaga ketertiban dan mengganggu kenyamanan penumpang lain, kami akan turunnkan di stasiun berikutnya. Serta jika ada korban yang melapor, maka yang bersangkutan akan kami serahkan kepada petugas kepolisian,” tutup Eva.

Sebelumnya, beredar video viral dua wanita saling menjambak rambut di salah satu kursi penumpang kereta khusus wanita KRL. Saat dikonfirmasi PT KCJ mengklarifikasi peristiwa itu terjadi pada April lalu.

Entah apa yang menjadi pemicu kejadian tersebut, keduanya terlihat saling jambak di kursi penumpang. Penumpang lain banyak yang berusaha melerai dan menyoraki kedua wanita tersebut.

 

CJ: Jarot Sumarjono
EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER