Humas KCJ: Jika Buat Keributan di KRL Akan Kami Turunkan

0
164
Humas PT KAI Commuter-Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa.

JAKARTA – Menanggapi video pertengkaran ibu-ibu di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) yang viral beberapa hari yang lalu, Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunisa, mengatakan bahwa peristiwa terjadinya pertengkaran ibu-ibu di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) tersebut disebabkan karena kondisi yang berdesak-desakan.

“Semua tergantung pribadi masing-masing. Keributan biasanya dipicu karena senggolan, yang kemudian mengakibatkan ada yang tersinggung,” ungkap Eva kepada wartawan, Rabu (17/5).

Kemudian Eva melanjutkan bahwa sebenarnya PT. KCJ sudah mensiagakan petugas-petugas keamanan di dalam rangkaian gerbong KRL sejak tiga bulan yang lalu.

“Selama tiga bulan tersebut, sudah ada dua kali perkelahian yang terjadi di dalam gerbong KRL, yang kemudian kami turunkan di stasiun. Yang pertama kami turunkan di stasiun Duren Kalibata, dan yang kedua kami turunkan di salah satu stasiun Jakarta – Bekasi. Semua yang berkelahi adalah sesama penumpang wanita,” lanjut Eva.

Di akhir pembicaraan, Eva berharap agar penumpang atau pengguna KRL dapat bekerja sama dalam menjaga ketertiban serta tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

“Jika ada penumpang yang tidak bisa menjaga ketertiban dan mengganggu kenyamanan penumpang lain, kami akan turunnkan di stasiun berikutnya. Serta jika ada korban yang melapor, maka yang bersangkutan akan kami serahkan kepada petugas kepolisian,” tutup Eva.

Sebelumnya, beredar video viral dua wanita saling menjambak rambut di salah satu kursi penumpang kereta khusus wanita KRL. Saat dikonfirmasi PT KCJ mengklarifikasi peristiwa itu terjadi pada April lalu.

Entah apa yang menjadi pemicu kejadian tersebut, keduanya terlihat saling jambak di kursi penumpang. Penumpang lain banyak yang berusaha melerai dan menyoraki kedua wanita tersebut.

 

CJ: Jarot Sumarjono
EDITOR: Iwan Y

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...