Gubernur DKI Jakarta Akan Panggil Manajemen PT Aetra Terkait Gangguan Aliran Air

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan memanggil manajemen PT Aetra Air Jakarta terkait adanya gangguan aliran air di 44 kelurahan, mulai hari Senin (1/7) sampai Selasa (2/7).

“Kalau ada masalah itu dikoreksi dan diberi tenggang waktu serta dipanggil untuk tuntaskan, mencari solusi sementara,” kata Anies, di Gedung DPRD DKI Jakarta Pusat, Senin (1/7).

Gangguan distribusi air itu disebabkan adanya kebocoran air di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Para pelanggan diminta oleh pihak Aetra melakukan penampungan air untuk persediaan.

Sementara itu, terkait dengan pengambilalihan pengelolaan air dari swasta ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan fokus pada peningkatan cakupan yang relevan dengan angka di atas 80 persen untuk pengguna air.

“Saat ini PAM sedang menyiapkan opsi-opsi yang akan dibicarakan bersama BPKP dan Kejaksaan,” kata Anies.

Menurutnya, hal itu akan dilakukan bila dua perusahaan swasta, yakni PT PAM Lyonnaise Jaya dan PT Aetra Air Jakarta tidak tercapai kesepakatan.

Seperti diketahui bahwa sejak 1997 pengelolaan air di DKI Jakarta diserahkan kepada swasta.

Pada tahun 1997, warga yang mendapatkan akses air sebesar 45 persen, namun tahun 2019 baru tercapai 60 persen. Pengelolaan air saat ini melibatkan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta.

Artinya dalam waktu 22 tahun hanya bertambah 15 persen. Sebenarnya, perjanjiannya dalam waktu 25 tahun bisa mencapai angka 80 persen, namun tidak tercapai dan jauh dari target.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anda ASN Yang Terpaksa Harus Bercerai? Simak Prosedur Yang Harus Dilalui

Anda seorang ASN dan sedang mengalami masalah rumah tangga yang berujung perceraian? Simak proses percerain ASN berikut, apa yang harus dilakukan dan kewajiban apa yang muncul.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER