Gempa Banten Berkekuatan 4,8 SR Terasa Hingga Sukabumi

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Gempa berkekuatan 4,8 skala Richter (SR) yang berpusat di Kabupaten Lebak, Banten getarannya terasa hingga wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi sehingga warga berhamburan ke luar rumah.

“Saat gempa terjadi, saya tengah mengasuh anak di dalam rumah. Tiba-tiba melihat lampu gantung bergoyang dan mendengar teriakan tetangga yang menyebutkan ada gempa. Tanpa pikir panjang saya menggendong anak dan langsung keluar rumah,” kata warga Cimelati, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Hana Agustina, Ahad (15/7).

Gempa yang getarannya terasa cukup kencang tersebut juga membuat panik pengunjung dan karyawan Toserba Selamat Palabuhanratu, Sukabumi.

Bahkan beberapa karyawan masih terlihat trauma dan ragu untuk masuk ke dalam toserba tersebut khawatir terjadi gempa susulan yang kekuatannya lebih besar.

Tidak hanya di wilayah Kabupaten Sukabumi, getarannya juga terasa hingga wilayah Kota Sukabumi. Seperti warga Benteng, Kecamatan Warudoyong Resi Hasanah yang menyebutkan saat gempa ia sedang berkumpul dengan keluarganya dan langsung keluar rumah untuk mencari lahan kosong.

“Terkejut pastinya, walaupun gempa tidak lama tetapi getarannya cukup kencang. Kami sekeluarga langsung lari keluar rumah khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Hingga saat ini belum ada informasi kerusakan bangunan baik rumah maupun fasilitas lainnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi pascagempa tersebut.

Informasi yang dihimpun dari BMKG, gempa tersebut berkekuatan 4,8 SR yang berlokasi di 6.93 LS-106.37 BT, 42 km Tenggara Kabupaten Lebak, Banten dengan kedalaman pusat gempa 2 km di bawah permukaan laut. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.