FUI Himbau Pilih Pemimpin Muslim Lewat Aksi 112

Jakarta – Forum Umat Islam (FUI) dan berbagai ormas Islam akan menyelenggarakan aksi lanjutan mengawal fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Sabtu, 11 Februari 2017. Aksi tersebut yang diberi nama Aksi 112, setelah tiga sebelumnya; Aksi Bela Islam 410, 411 dan 212.

Sedikit berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya yang diadakan GNPF MUI, kali ini aksi mengusung tema “Long March Jalan Sehat #Spirit212 Tegakkan Al-Maidah 51”.

Meskipun demikian, tema utama aksi 112 tetap menginginkan terdakwa penodaan agama Islam, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ditahan dan sekaligus mengingatkan warga muslim khususnya DKI Jakarta untuk memilih calon pemimpin muslim sesuai dengan syariat Islam pada hari pencoblosan tanggal 15 Februari 2017 mendatang.

“Aksi ini dimulai dari Monas menuju Bundaran HI pada pukul 07.00 WIB. Umat Islam yang ingin mengikuti aksi tersebut diarahkan berkumpul di Monas sebelum pukul tujuh pagi,” jelas GNPF-MUI melalui akun twitter resmi mereka di @belaquran.

Di tempat terpisah, Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan menghimbau sejumlah ormas Islam untuk tidak menggelar acara aksi lanjutan 112. Iriawan beralasan, pada hari tersebut adalah hari terakhir masa kampanye dan diharapkan seluruh warga menciptakan suasana kondusif jelang Pilgub DKI Jakarta pada 15 Februari 2017.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan tersebut untuk lakukan kegiatan lain yang mungkin bisa lebih bermanfaat,” kata Iriawan.

Iriawan menambahkan, pihaknya fokus dalam menjaga keamanan ibukota serta berkomitmen menjaga netralitas dalam Pilgub DKI Jakarta dan tidak akan mendukung salah satu paslon. Iriawan juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas siapapun calon yang terpilih nanti.

Editor: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda